SATELITNEWS, LEBAK—Dalam beberapa hari terakhir ini wilayah Kabupaten Lebak khususnya di bagian selatan kerap diguncang gempa bumi. Teranyar gempa 5,1 magnitudo berpusat di Kecamatan Cigemblong pada Jum’at 18 Maret 2022 lalu.
Gempa yang terjadi di pagi hari itu tidak berpotensi tsunami dan tidak menimbulkan kerusakan. Akan tetapi masyarakat diminta tetap waspada. Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, bahwa guncangan-guncangan gempa yang terjadi beberapa hari terakhir ini telah menjadi pengingat kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Lebak.
“Saya berharap bahwa gempa-gempa kecil itu merupakan aktivitas pelepasan energi bumi yang dapat meredam gempa besar atau bahkan gempa Megathrust yang saat ini sangat dikhawatirkan terjadi,” kata Febby, Minggu (20/03/2022).
“Kami (BPBD) maupun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) belum bisa menyimpulkan apakah ini gempa pembuka atau pelepasan energi, tapi mudah-mudahan ini pelepasan energi,” timpal Febby.
Menurut Febby, pelepasan energi dengan gempa skala kecil itu dapat mengurangi energi gempa Megathrust. Karena, secara teorinya begitu, kalau perubahan energi dari energi yang besar terkumpul di daerah itu semakin sering terlepaskan, maka ketika gempa akan terjadi itu tidak terlalu besar. “Kalau gempa-gempa kecil itu justru bagus, karena energi bumi bisa terus keluar. Dibandingkan energi yang terpendam dan tiba-tiba keluar, itu bisa menyebabkan gempa besar,” katanya.
Hasil koordinasi dengan BMKG, sambung Febby ada 13 secara umum gempa besar di Indonesia, catatan BMKG 10/11 di antaranya itu berada di sesar aktif. Sementara 2/3 gempa lainnya terjadi di Megathrust. “Berdasarkan laporan dilapangan gempa-gempat kecil yang terjadi beberapa hari terakhir ini tidak menyebabkan adanya kerusakan,” katanya.
Febby pun mengimbau kepada warga Lebak khususnya di sekitar pesisir pantai jika terjadi gempa bumi dengan guncangan besar, maka langsung melakukan evakuasi dini dengan mengikuti rambu-rambu evakuasi yang telah terpasang.
“Yang paling penting sebenarnya kami rasa teman-teman warga yang ada di selatan itu sudah cukup paham mengenai evakuasi, tinggal mengenai tempat tinggal atau bangunan rumah. Kita ingin ke depan ada building code atau kode bangunan sehingga tidak terlalu banyak kerusakan infrastruktur atau rumah-rumah jika terjadi gempa,” ujarnya. “Lebih jauhnya kita akan terus lakukan edukasi kepada warga mengenai building code itu guna meminimalisir kerusakan akibat gempa,”tambahnya.(mulyana)