BeritaTerbaru
Dampak dari musim angin barat itu katanya, tak sedikit nelayan di Labuan yang menganggur atau dilanda musim paceklik. “Jadi selama lima bulan ini, kami sedang paceklik karena itu tadi tak bisa melaut mencari ikan,” jelasnya.
Ditambah lagi saat ini keluh Herman, sudah berjalan 5 tahun tak ada bantuan dana paceklik baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
“Biasanya kalau kami dilanda paceklik ada bantuan dari Pemerintah, namun saat ini sudah hampir lima tahun tak ada lagi bantuan yang diberikan oleh Pemerintah,” keluhnya.
Akibat tak ada bantuan dari Pemerintah, tak sedikit para nelayan menjual barang-barang yang dimilikinya agar tetap bisa bertahan hidup disituasi saat ini.
“Kan dulu itu sering diberikan bantuan seperti beras satu karung dan uang sebesar Rp100 ribu, namun karena saat ini tidak ada, dengan terpaksa para nelayan menjual harta benda yang ada,” pungkasnya.
Baca Juga: Hasil Tangkapan Menurun, Nelayan Labuan: Ini Fenomena Alam, Mau Gimana Lagi
Maka dari itulah, dia bersama nelayan lainnya meminta agar Pemerintah memperhatikan kondisi nelayan yang saat ini masih dalam kondisi paceklik.
“Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja yang diambil, sementara dana bantuan tidak pernah diberikan pada saat musim paceklik atau musim angin barat seperti saat ini. Makanya kami minta perhatiannya,” tandasnya. (nipal)

















