SATELITNEWS.ID, TANGERANG — Kabar penentuan puasa ramadan akan digelar malam ini. Pasalnya, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat 1 Ramadan 1443 H, pada Jumat (1/4/2022) malam.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib mengatakan untuk pelaksanaan bulan ramadan tidak akan jauh berbeda dengan pelaksanaan dengan Muhammadiyah.
“Jika pun ada beda awal Ramadan, sudah semestinya kita mengedepankan sikap saling menghormati. Agar tidak mengurangi kekhusyu’an dalam menjalani ibadah puasa,” ujar Adib, dikutip dari RM.id, Jumat (1/4/2022).
Menurutnya, hasil sidang akan ditetapkan kisaran tanggal 2 – 3 April. “Kita tunggu hasil Sidang Isbat,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan perbedaan puasa juga karena ditemukan oleh Profesor Riset bidang Astronomi dan Astrofisika, Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin.
Menurutnya, dari hitungan astronomi, pada sore hari sebelum mata hari terbenam di 1 April, ketinggian hilal hanya sedikit di atas 2 derajat.
Sehingga, hilal sangat sulit untuk diamati. Sebab, hilal baru bisa nampak jika ketinggiannya di atas 3 derajat. Jika hilal tidak bisa teramati, maka 2 April belum masuk Ramadan.
Sementara itu, Kasubdit Hisab, Rukyat, dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi menjelaskan lebih rinci. Kata dia, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia pada sore nanti memang sudah di atas ufuk. Berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,02 menit.
Hal serupa, Kementerian Agama, kata Fahmi mengatakan, berdasarkan fatwa MUI, menetapkan awal Ramadan berdasarkan metode hisab dan rukyat.
“Apalagi, kriteria baru yang disepakati MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), awal bulan masuk jika posisi hilal saat matahari terbenam sudah 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dalam konteks inilah ada potensi perbedaan awal Ramadan,” terang Ismail.
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ikut angkat bicara mengenai hal ini. Kiai Ma’ruf tetap berharap, awal Ramadan 1443 Hijriah tahun ini antara pemerintah dan Muhammadiyah berlangsung bersamaan.
Ia menilai, awal Ramadan yang ditetapkan Pemerintah dan Muhammadiyah bisa jatuh di hari yang sama apabila ketinggian hilal pada 1 April lebih dari 2 derajat. “Mudah-mudahan sama,” pungkasnya. (maya)