SATELITNEWS.ID, LEBAK—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak angkat bicara menyikapi klaim mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya yang menyebut ulama menginginkan Presiden Jokowi menjabat tiga periode beberapa waktu lalu. MUI sendiri tak mempersoalkan hal itu selama tidak menyebut lembaga atau komunitas.
“Iya sah-sah aja aja selama itu tidak membawa lembaga. Pak JB (sapaan akrabnya) kan tidak membawa-bawa MUI (saat mengklaim ulama dukung penambahan kerja presiden). Kecuali menyebutkan ulama yang tergabung dalam MUI,” kata Wakil Ketua MUI Lebak KH Akhmad Hudori, Senin (04/04/2022).
Klaim mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya yang menyebut ulama dan kiai menginginkan jabatan Jokowi diperpanjang masa jabatannya. MUI kata Hudori tak mempersoalkan klaim dari ayah Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya tersebut. Menurutnya, hal itu sah-sah saja disampaikan depan publik.
“Kalau mengklaim kan boleh-boleh saja ya, mengatakan begini-begini ya terserah saja. Adapun ada yang setuju dan tidak setuju ya namanya orang. Kita tidak mau memperkeruh suasana,” ujar Hudori. “MUI Banten saja sudah mengeluarkan bantahan terkait hal itu. Adapun mungkin ada ulama begitu ya mungkin saja, tapi tidak mengatasnamakan MUI nya,” sebut Hudori.
Sebelumnya, JB sapaan akrab Mulyadi Jayabaya meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pesan dari para kiyai kepada Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan masa kerjanya untuk tiga periode.
JB bahkan tak canggung canggung meminta Menko Luhut untuk menyampaikan pesan tersebut di hadapan para tamu undangan silaturahmi dengan ulama dan masyarakat di aula Pendopo kediaman Mulyadi Jayabaya di Kecamatan Warung gunung, Kabupaten Lebak, Kamis (31/3/2022) lalu. “Pesan para kyai mau presiden diperpanjang 3 periode,” ujarnya.(mulyana)
Baca Juga: MUI dan Kemenag Lebak Kompak Kecam Sumpah dengan Cara Injak Al’quran
