SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Kontroversi mewarnai proses penetapan Finny Widiyanti sebagai Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Meski tak memiliki nilai tertinggi dalam tes klasifikasi, mantan Direktur Administrasi Perumda Niaga Kerta Raharja itu sebagai Dirut setelah melakukan wawancara dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar selaku Kuasa Pemilik Modal.
Ketua Panitia Penyelenggara Seleksi (Pansel) Bakal Calon Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Moch Maesal Rasyid sampai harus turun tangan menjernihkan persoalan tersebut, Senin (18/4). Rudi, sapaannya, mengatakan pemilihan Dirut BUMD tidak ditentukan oleh nilai tes tertinggi yang diraih kandidat.
Dia menjelaskan Finny Widiyanti yang juga Ketua Perbasi Kabupaten Tangerang itu menempati posisi kedua dengan perolehan nilai 7,21. Dia berada di bawah Abdul Haris Maraden yang mencapai 7,22.
“Setelah melalui wawancara, Bupati Tangerang memutuskan untuk mengangkat Finny Widiyanti sebagai Dirut Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja,”ungkap Sekda Kabupaten Tangerang tersebut.
Proses penetapan Finny Widiyanti selalu Direktur Utama cukup berliku. Pansel membuka pendaftaran seleksi Dirut Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja sejak 22 Februari 2022 sampai dengan 1 Maret 2022. Namun hingga batas waktu berakhir, hanya ada dua orang yang mendaftar sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat. Sehingga akhirnya dilakukan perpanjangan waktu sampai dengan 11 Maret 2022.
Kemudian, pansel mendapatkan 8 orang yang mendaftarkan diri sebagai Dirut Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja. Setelah itu dilakukanlah seleksi administrasi hingga menyisakan tujuh kandidat. Ketujuh bakal calon tersebut langsung melakukan tes selanjutnya seperti psikotes, uji tertulis, uji makalah, presentasi makalah, uji kelayakan dan kepatutan dan lainnya.
“Dari ujian tersebut, menyisakan 6 kandidat,”kata Maesal Rasyid.
Setelah itu dilakukan tes kembali sehingga menyisakan tiga kandidat yang akan melakukan tes wawancara dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), Rabu (13/4/2022).
“Sesuai dengan peraturan dalam negeri, Nomor 37 Tahun 2018, Pansel harus menyerahkan nama peserta sebanyak 3 orang dengan nilai tertinggi dari 6 peserta untuk dilakukan wawancara oleh Bupati,”katanya.
Ketiga peserta terakhir itu masing-masing Finny Widiyanti, Haris Maraden dan Ahmad Chumaedy. Mereka melakukan wawancara dengan Bupati Ahmed Zaki Iskandar secara generalis. Dari segi aspek kepemimpinan, keuangan, manajerial, manajemen, operasional dan teknis.
“Wawancara dimulai sesuai dengan huruf abjad pertama, Abdul Haris Maraden, Ahmad Chumaedi dan ketiga Finny Widiyanti. Wawancara itu disaksikan langsung oleh Panitia Seleksi (Pansel)”katanya.
Berdasarkan Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, setelah dilakukan wawancara, Bupati Tangerang harus menetapkan salah satu dari tiga kandidat untuk menjadi Direktur Utama Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangeranng. Zaki kemudian menetapkan Finny sebagai Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tekankan Masjid Sebagai Pusat Pembinaan Umat dan Penguatan Nilai Sosial
Tim Panitia Penyelenggara Seleksi Mas Iman Kusnandar menambahkan bobot nilai klasifikasi yang sangat disarankan yaitu dengan nilai 8,50 ke atas. Sementara 7,50 sampai 8,50 itu disarankan lalu 7,00 sampai 7,50 disarankan dengan pengembangan. Namun nilai di bawah 7,00 itu tidak disarankan. Lalu, apabila semua kandidat tidak mencapai nilai klasifikasi maka akan dilakukan seleksi ulang.
“Memang ada klasifikasi bobot nilai, yaitu 8,50 keatas sangat disarankan, lalu 7,50 sampai 8,50 disarankan, lalu 7,00 sampai 7,50 disarankan dengan pengembangan. Kalau di bawah 7,00 tidak disarankan,”singkatnya.
Untuk diketahui, Direktur Utama Perumda Pasar sebelumnya. Syaefunnur Maszah mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (2/2/2022). Pengunduran diri dilakukan Syaefunnur setelah videonya memamerkan uang di media sosial tik-tok menjadi viral.
Syaefunnur Maszah mengatakan video tersebut dia rekam pada 15 September 2020. Dia membuat konten video dalam tik-tok. Menurut Syaefunnur, dia ingin membuat peringatan bahwa uang itu “panas”.
Tak ingin peristiwa itu terulang, Sekda Moch. Maesal Rasyid menyatakan Dirut Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang yang sudah ditetapkan sudah menandatangani pakta integritas dalam penggunaan media sosial.
“Iya ada pakta integritas dalam penggunaan media sosial juga,”ujarnya. (alfian)
























