SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Bus rombongan ziarah mengalami kecelakaan di Jalan Taya Panjalu-Panumbangan Payungsari, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (21/5). Empat orang meninggal dunia dan satu orang diantaranya merupakan warga Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.
Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Harianto mengatakan kecelakaan lalu lintas yang menimpa rombongan ziarah dari Majelis Ta’lim Tarbiatul Muftabi’in itu terjadi di Jalan Raya Panjalu-Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu sore. Bus yang membawa penumpang pulang dari berwisata itu melaju dari arah Panjalu menuju Panumbangan dengan kondisi jalan menurun.
Setibanya di lokasi kejadian, bus tidak terkendali dan menabrak kendaraan serta rumah di pinggir jalan tersebut. Insiden kecelakaan bus pariwisata itu sempat ramai tersebar di media sosial yang menayangkan adanya sejumlah kendaraan yang rusak, kemudian tampak bus menabrak rumah.
“Korban meninggal Bernama Sri Mulyani, korban luka-luka sebanyak 15 orang. Dari belasan korban luka itu dilakukan perawatan di Puskesmas Payungsari dan Puskesmas Panjalu Ciamis,” kata Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Harianto kepada Satelit News, Minggu (22/5/2022).
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga menambahkan rombongan yang berangkat ke Ciamis berasal dari Kecamatan Sukamulya. Mereka berangkat dengan ke Cirebon, Panjalu-Ciamis dan Pamijahan- Tasikmalaya. Shinto mengatakan sesuai info dari Kades Sukamulya, keberangkatan rombongan ziarah tanpa pemberitahuan kepada perangkat desa.
Katanya, ada sebanyak 118 peserta dalam rombongan tersebut. Mereka berangkat dari Pasar Caplak Desa Kali sih, pada Sabtu (21/05) pukul 00.00 Wib dengan menggunakan 2 unit bis dari PO Komara dan PO Pandawa Nopol DK-7307-WA. “Hingga dini hari ini, ada 4 korban meninggal dunia yaitu Ibu Hj Sri Mulyani (45), warga Sukamulya, Tangerang, dua korban dari Payungsari Bapak Feri, Ibu Enok dan Ibu Omah dari Pagerageng,” terang Shinto Silitonga.
Baca Juga: Aklamasi, Didin Tohirudin Nakhodai PPP Kabupaten Tangerang Periode 2026–2031
“Jenazah Sri Mulyani korban kecelakaan ziarah Ciamis sudah tiba di rumah duka Kp Ceplak RT.01/01 Ds. Sukamulya Kec. Sukamulya Kab. Tangerang pada Minggu (22/05/2022),” katanya.
Dia juga menegaskan, bahwa pihak Kepolisian Polda Banten sudah bekerja sama dengan Polres Ciamis untuk melakukan pencarian terhadap sopir bus yang saat ini melarikan diri. Sang sopir diketahui melarikan diri seusai kecelakaan. “Kami sudah diskusi dengan Kapolres Ciamis, permintaan bantuan untuk penangkapan,” tegasnya.
Para korban kecelakaan, baik selamat maupun meninggal dunia, sudah kembali ke Sukamulya, kemarin. Kedatangan mereka disambut kerabat dan anggota keluarga. Suasana haru dan isak tangis pun terlihat ketika rombongan dari puluhan korban luka-luka itu tiba di Kampung Ceplak, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang pada pukul 15.30 WIB. Bahkan sejumlah anggota keluarga dan warga sekitar histeris ketika melihat saudaranya lolos dari kecelakaan maut itu dan Kembali dengan selamat.
Selain itu, dari puluhan korban yang diantarkan oleh satu unit kendaraan bus dari Ciamis tersebut langsung disambut dan dibawa ke rumah masing-masing oleh keluarga korban. Bahkan, akibat adanya penyambutan atas kedatangan para korban kecelakaan itu, juga mengakibatkan kondisi arus lalu lintas di jalan raya setempat mengalami kemacetan.
Salah satu anak almarhumah, Rizki Maulana (25) mengatakan bahwa jenazah ibunya diberangkatkan dari Ciamis sekitar pukul 23.00 WIB malam dan tiba di rumah keluarga duka yang berada di Kampung Ceplak, Nomor 079, RT/RW 001/001, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamulya sekitar pukul 05.00 WIB pagi.
“Jadi dari Ciamis jenazah berangkat sekitar pukul 23.00 WIB ke Tangerang. Dan sampai rumah itu pukul 05.00 WIB atau subuh hari ini,” ucap Rizki. Selanjutnya, kata Rizki, setibanya jenazah di kediaman rumah duka langsung dimandikan dan dishalatkan serta didoakan, baru dimakamkan di TPU setempat sekitar pukul 11.00 WIB.
Baca Juga: Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang Desak Penetapan Tersangka Kasus Pencemaran Cisadane
“Iya sudah dimakamkan. Di pemakaman Kampung Ceplak, Sukamulya. Deket dari rumah kami. Pukul 11.00 WIB ini dimakaminnya,” katanya. (alfian/gatot)
