SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Terulangnya fenomena anak remaja kehilangan nyawa secara sia-sia akibat mengadang truk yang diduga demi kebutuhan konten mendapat respon dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaludin, pihaknya sudah sering mengadakan sosialisasi dan melakukan penguatan kepada pihak sekolah khususnya guru-guru SMP, baik guru BP atau BK, termasuk wali kelas maupun kepala sekolah agar memberitahu manfaat maupun mudarat dari ponsel.
“Awalnya pasti dari HP dulu. Jadi HP harus diketahui manfaat dan mudaratnya. Karenanya wali kelas bisa memberitahu apa manfaat dan mudaratnya HP. Karena dari HP itulah interaksi dimulai, dari sering ngumpul, ngobrol bareng dan imbasnya bisa jadi ke hal negatif. Misalnya kemarin terjadi di salah satu SMK yang nge-BM truk, lalu (menyaksikan) lewat Youtube menyetop truk kontainer,” ujarnya.
Untuk itu, ujarnya sangat penting bagi siswa menjelaskan manfaat dan mudaratnya HP. Selain itu, ia juga minta agar siswa mengurangi kegiatan bergerombol terlebih sampai melakukan pengadangan truk. “Termasuk siswa agar jangan sampai tawuran,”pungkasnya.
Diketahui, peristiwa anak tewas terlindas truk diduga akibat membuat konten terjadi lagi. Peristiwa itu terjadi di Jalan M Toha, Kecamatan Karawaci pada Selasa, (7/6/2022) sekitar pukul 00.35 WIB.
Seorang bocah yang belum diketahui identitasnya meninggal dunia dengan kondisi kepalanya hancur karena terlindas truk. Kabar ini pun kembali viral di media sosial. Pada unggahan akun Instagram @abouttngid nampak seorang bocah terkapar di jalan tersebut. Nampak di video tersebut seorang warga merekam kejadian itu.
“Di wilayah RW 05 Korban Bm Bm-an (numpang),” kata warga perekam. Di unggahan akun Instagram menjelaskan bocah tersebut meninggal saat hendak mengadang truk. Hal dia lakukan untuk membuat konten video.
Baca Juga: Masuk SMP di Lebak Wajib Lampirkan Ijazah Diniyah
“Bocil (bocah kecil) kematian kembali berulah. Kepalanya hancur. Terjadi lagi akibat bikin konten. Jalan Moh Toha depan gerai Mr Ponsel. Deket Dominoz pizza,” kata sumber di akun media Instagram itu.
“Belum lama kejadian di wilayah Gerendeng ada yang meninggal karena mencegat truk. Kali ini tidak jauh dari tempat yang sama tepatnya di jalan M Toha, Sangiang kembali terjadi pada dini hari sekitar pukul 00.35 WIB Selasa (7/6/2022),” tulis dalam unggahan.
“Banyak laporan ke kami yang memperlihatkan korban kepalanya hancur dan meninggal di tempat semoga ini bisa jadi pembelajaran semua pihak baik anak-anak maupun orang tua,” tulis dalam unggahan. (irfan/made)
























