SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang mencatat adanya kenaikan sejumlah harga bahan pokok di pasaran, akibat cuaca tidak baik atau pancaroba sehingga mengakibatkan hasil panen tidak maksimal.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Tangerang, Iskandar Nordat mengatakan, pancaroba sangat berpengaruh kepada hasil panen para petani, sehingga membuat ketersediaan kebutuhan seperti cabai berkurang. Sementara permintaan masyarakat, khususnya di pasar tetap banyak.
“Cuaca kurang baik atau istilah pancaroba berefek pada banyak masalah. Dari segi distribusi hasil panen akan dipengaruhi masalah transportasi, sehingga berpengaruh pada kestabilan harga,” kata Iskandar Nordat kepada Satelit News, Minggu (12/6/2022).
Iskandar menyebutkan, saat memasuki bulan Juni 2022 ini, seharusnya sudah masuk musim kemarau. Namun kini kondisinya masih musim penghujan, sehingga membuat kualitas sejumlah komoditas mengalami penurunan.
“Cuaca kurang baik ini sangat mempengaruhi produktivitas petani dan ditambah adanya resiko penyakit buah/tanaman yang mengakibatkan penurunan kualitas,” katanya.
Iskandar menjelaskan, adapun komoditas yang mengalami kenaikan karena cuaca buruk ini, diantaranya seperti cabai merah keriting, cabai merah besar, bawang merah, sayur-sayuran dan lain sebagainya.
Baca Juga: 529 KK di Kabupaten Tangerang Protes Ketidaksesuaian Desil DTSEN
“Di sisi lain, kenaikan bahan pokok ini, adanya hari-hari besar dan mobilitas masyarakat yang tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, untuk telur dan daging dengan mengalami kenaikan yang sama, diakibatkan adanya penurunan produktivitas selama musim penghujan ini.
“Sedangkan kenaikan harga daging akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang mewabah,” tuturnya.
Iskandar juga menjelaskan, dari rincian harga komoditas diantaranya seperti cabai merah keriting dan besar Rp40 ribu per kilogram naik menjadi Rp100 ribu per kilogram. Kemudian bawang megah yang harga normalnya Rp32 ribu per kilogram naik menjadi Rp63 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih Rp25 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Selanjutnya, disusul harga telur ayam broiller dari Rp24 ribu naik menjadi Rp28 ribu per kilogram, daging ayam ras Rp35 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Sementara daging sapi Rp110 ribu naik menjadi Rp140 ribu per kilogram.
Kendati demikian, dalam upaya menekan kenaikan harga tersebut, Disperindag Kabupaten Tangerang akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat untuk menstabilitaskan harga dan memenuhi kebutuhan pangan yang ada.
Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tiba di Tangerang, Bupati Imbau Warga Pakai Masker
“Tentunya kita akan berupaya menekan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini, dengan melakukan koordinasi bersama instansi terkait lainnya,” kata dia.
Sementara itu, salah satu Ibu Rumah Tangga saat ditemui di Pasar Tradisional Tigaraksa, Yati mengaku, naiknya kebutuhan pokok sangat mencekik masyarakat. Pasalnya, dia berharap kebutuhan pokok bisa kembali turun seperti sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Jelas terasa, biasanya dalam sebulan untuk kebutuhan pokok bisa cukup 1 juta atau 1,5 juta. Ini lebih, ditambah pengahsilan masih sama belum naik. Kami berharap kebutuhan bisa turun ke harga sebelum Hari Raya Idul Fitri,” imbuhnya.
Senada pengelola toko kue eka sari yang enggan disebutkan namanya, bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok sangat terasa, seperti telur ayam. Kata dia, beberapa pemasok kue ke tokonya harus menaikan harga produk dan memperkecil ukuran. “Biasanya kalau sudah naik, tidak mudah turun,” tandasnya. (alfian/aditya)
























