SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Jelang perayaan Idul Adha pada 9 Juli 2022 mendatang, sebanyak 253 hewan kurban di Kota Tangerang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Jumlah itu hasil pemeriksaan yang terkonfirmasi pada Minggu, (12/06/2022).
Hal ini pun dibenarkan oleh Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah. Kendati demikian, sebagian hewan kurban telah sembuh. “Iyah benar (253 hewan kurban terjangkit PMK) kemarin. Alhamdulilah berita baiknya 34 persennya sudah sembuh,” ujarnya Senin, (13/06/2022) di Stadion Benteng Reborn.
Kata dia, hewan kurban yang terjangkit PMK itu berasal dari berbagai wilayah di luar Kota Tangerang, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Ada yang dari Banyuwangi, Jawa tengah, Purwakarta, kemarin pas di provinsi (Banten) kita koordinasikan juga,” katanya.
Dirinya pun meminta masyarakat untuk tak panik soal mewabahnya penyakit ini ke hewan. “Masyarakat enggak usah khawatir kita akan terus pantau. Mudah-mudahan pada sat berkurban layak,” imbuhnya.
Dalam pemeriksaan kata Arief pihaknya menyebar dokter yang dibagi menjadi 7 tim. Mereka melakukan sosialisasi ke para pedagang dan pemeriksaan ke lapak kurban. “Karena kasusnya sudah banyak mereka jadi peduli. Selain di kasih obat sekarang juga dikasih jamu (hewannya”,” ungka Arief.
Pihaknya pun berencana menutup masuknya hewan kurban ke Kota Tangerang pada H-14 Idul Adha. Sebab, dari beberapa kasus yang ditemukan para pedagang telah membawa sertifikat kesehatan hewan. Namun, hewan kurban terpapar beberapa hari kemudian. “Karena mereka masuk ke Kota Tangerang hewannya sertifikasi sehat tapi tiga hari kemudian terpapar. Maka yang terpapar ini terus diberikan pengobatan oleh tim dokternya termasuk juga peternakan sapi yang ada di kota Tangerang,” pungkasnya. (irfan)
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik GAK
























