SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG – Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang, Lina Herlina menilai, tingkat ketertarikan atau partisipasi perempuan untuk terjun ke dunia pengawas Pemilihan Umum (Pemilu) di Kabupaten Pandeglang, masih minim.
Kata Lina, peran perempuan sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) pengawas Pemilu di wilayah Kabupaten Pandeglang, masih terbilang sangat rendah. Bahkan ungkapnya, presentasenya masih dibawah 5 persen.
“Sejauh ini peran perempuan dalam sisi penyelenggara atau pengawasan Pemilu memang masih belum tinggi, dan masih perlu peningkatan karena presentasenya masih dibawah dari 5 persen,” kata Lina saat mengisi acara focus grup discussion tentang pemahaman politik bagi perempuan di Pendopo Pandeglang, Rabu (13/7/2022).
Padahal posisi perempuan jelas wanita berkerudung ini, sangat dibutuhkan peran dalam mengawal dan menjadi penyelenggara Pemilu. Hal itu dipertegas oleh Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur adanya keterwakilan perempuan 30 persen sebagai penyelenggara Pemilu.
“Suapaya perannya meningkat, tentu saja ini tugas kita bersama memberikan memotivasi, mengajak masyarakat khususnya kaum perempuan untuk bisa terlibat sebagai penyelenggara atau pengawas Pemilu,” harapnya.
Untuk meningkatkan partisipasi keterlibatan SDM perempuan dalam pengawasan Pemilu, pihaknya bakal berbuat ajakan dengan merangkul berbagai organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga: Gelar FGD Lintas Sektoral, Polda Banten Soroti Penegakan Hukum dan Solusi Pertambangan Ilegal
“Dalam waktu dekat, kami akan membuat acara yang melibatkan organisasi perempuan. Nanti, kami sosialisasikan ajakan partisipatif, dan akan mengadakan rekrutmen penyelenggara Pemilu di tingkat Kecamatan,” janjinya.
Apalagi dinilainya, saat ini sangat banyak peluang bagi SDM perempuan untuk terlibat dalam penyelenggara Pemilu karena telah dijamin oleh Undang-undang nomor 7 tahun 2017.
“Untuk terlibat dalam ke Pemiluan perempuan itu banyak peluang. Ada afirmatif action 30 persen dari tingkat pusat sampai tingkat bawah. Jadi gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya untuk masuk ke dalam ranah penyelenggara,” ajaknya.
Sementara, Bupati Pandeglang, Irna Narulita memberikan motivasi kepada kaum perempuan agar terus semangat dalam menggapai cita-citanya. Bahkan Irna, minta agar perempuan jadi garda terdepan dalam memajukan bangsa ini.
“Saat ini banyak sekali kesempatan strategis bagi perempuan, maka dari itu jangan sampai disia-siakan kesempatan yang ada, namun harus digapai. Seperti saat ini salah satunya, perempuan bisa menjadi SDM Pemilu,” katanya. (nipal)
























