SATELITNEWS.ID, CIPUTAT—Petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane mendatangi lokasi rawan longsor di Jalan Lembah 1 RT 04 RW 06 Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur, Senin (8/8). Petugas datang setelah jalan rawan longsor itu ramai di media.
Lurah Cirendeu Win Fadlianta mengatakan pihaknya sudah bersurat kepada BBWS pada Agustus tahun lalu, pasca longsor. Dan sudah bersurat kembali pada 8 Agustus tahun 2022 kepada BBWS. Dalam suratnya itu meminta untuk penanganan rawan longsor di lokasi.
“Pertama kami sudah mengirimkan surat, dan kedua per hari ini (kemarin red) kami sampaikan juga surat kepada BBWS menyangkut penanganan rawan longsor. Semoga ada tindakan cepat,” ujar Win.
Mengapa perlu penanganan cepat. Mengingat saat ini tengah kemarau sehingga mudah dalam pengerjaan. Berbeda ketika musim hujan. Debit air besar sehingga bisa berdampak pada pengerjaan. Artinya cuaca juga sangat berpengaruh dalam pengerjaan di tepian sungai Pesanggrahan ini.
“Secepatnya harus dikerjakan karena sekarang musim kemarau sehingga pengerjaan tidak sulit dan air kali surut. Jika nanti menunggu lama saat banjir lebih bahaya lagi,” pesannya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat setempat supaya lebih waspada dan berhati-hati sambil nanti ada penanganan lebih lanjut. Bagaimanapun juga keselamatan masyarakat menjadi utama. Terlebih kondisinya dibibir kali, yang sewaktu-waktu hujan lebat dan banjir besar.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
Demikian disampaikan oleh Ketua RT 04/06 Akhyarudin dirinya bersyukur ada petugas yang langsung meninjau lokasi. Namun demikian harapannya tak hanya meninjau saja. Namun ada aksi nyata untuk mengerjakan supaya tidak rawan longsor. Pasalnya jika melihat kondisi di lokasi mau tidak mau harus sigarap secepatnya. Sangat membahayakan bagi warga sekitar, longsor serta rawan anak-anak tercebur.
“Semoga tidak hanya datang, ukur dan foto saja tapi bisa dikerjakan. Kita meminta realisasinya sehingga dapat mengantisipasi longsor dan kejadian yang tidak diinginkan,” harap ia.
Dirinya menerangkan telah melayangkan surat usulan pada Juli tahun 2021 dari tingkat RT RW ke Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Tangsel, BPBD, Walikota Tangsel serta, Sekda Kota Tangsel menyangkut kejadian longsor. Longsor terjadi pada Februari tahun 2021. Tepatnya Maret ada pengerjaan dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Tangsel.
“Saat ada pengerjaan oleh PU sempat mau menggarap bronjong. Tapi karena kewenangan ada di BBWS maka yang dikerjakan hanya bibir jalan di bagian atas,” tambah ia.
Kini kekuatan hanya turap pembatas jalan aspal persis di dibibir jalan di atas tebing. Kabarnya telah dilakukan pengaspalan sebanyak dua kali pada tahun lalu. Namun akibat tanahnya bertebing dengan kecuraman cukup dalam sampai 24 meter, masih muncul retakan-retakan utamanya pada jalan yang bagian bawah.
“Di bagian bawah, jalannya sudah retak-retak. Ini yang membuat kami warga resah, khawatir longsor kembali,” tegasnya.
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
Dirinya menceritakan panjang sepadan sungai ada 115 meter. Sebelum longsor bibir jalan ditumbuhi pohon bambu. Kini hanya bekas longsoran yang masih terlihat. Bahkan menurut ketua RT setempat di bawah bekas pohon bambu yang sudah mengering terdapat gerowongan tanah. “Di bawah tanahnya sudah berguguran. Kalau dilihat dari seberang kali baru terlihat,” jelasnya.
Sayangnya petugas dari BBWS enggan memberikan keterangan prihal hasil tinjauan serta tindak lanjut kedepan seperti apa. “Kami tidak berhak memberikan keterangan. Biar pimpinan kami yang memberikan keterangan,” ujar salah satu petugas di lokasi. (din/bnn/gatot)
























