SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pakar sport medicine atau pengobatan di bidang olahraga dari Rumah Sakit St Gallen Swiss menyambangi latihan atlet Kabupaten Tangerang di tujuh venue pada Rabu (31/8). Saat melakukan kunjungan, mereka didampingi pengurus KONI Kabupaten Tangerang dan RS Mentari yang menjadi rumah sakit rujukan bagi atlet cedera.
Kunjungan tim RS St Gallen yang merupakan rumah sakit rujukan bagi atlet Olimpiade itu dipimpin Pierre Hofer. Dokter spesialis orthopedi tersebut datang bersama anggota timnya yakni Aleksandar Ristovic dan Anastasia Dewi Kurniawan. Dua nama terakhir adalah dokter spesialis syaraf tulang belakang. Ketiganya bekerja sama dengan RS Mentari dan KONI Kabupaten Tangerang untuk membagikan ilmu dan pengalaman mereka di bidang sport medicine.
Dalam kesempatan itu, Ketua KONI Muhammad Komarudin bersama Ketua Satgas Porprov Satim Sofyan dan jajarannya tampak menemani kunjungan. Sedangkan Direktur Utama RS Mentari, Evi Vania Bangun dan jajarannya juga turut menyambangi atlet.
Kunjungan pertama dilakukan kepada cabang olahraga sepatu roda di sirkuit sepatu roda Kabupaten Tangerang, di kawasan Botanical Park BSD City. Di sana, Pierre Hofer melihat para atlet yang berlatih. Selanjutnya, rombongan bergeser di venue squash. Mereka menyaksikan atlet-atlet squash Kabupaten Tangerang yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi Porprov VI Banten.
Tujuan berikutnya adalah aula Kecamatan Kelapa Dua. Di sana, rombongan sudah ditunggu Camat Kelapa Dua Prima Saras Puspa dan atlet-atlet kempo yang berlatih di aula tersebut.
Mereka sempat melihat demo nomor embu dari atlet kempo. Di lokasi tersebut pula, Pierre Hofer melayani tanya jawab seputar cedera atlet. Kesempatan itu dimanfaatkan salah satu atlet yang mengalami cedera bahu. Pierre Hofer dan timnya sempat memeriksa atlet tersebut dan memberikan sejumlah saran agar rasa nyeri yang ada di bahu sang atlet dapat menghilang.
Selanjutnya, rombongan KONI, RS Mentari dan tim dokter orthopedi RS St Gallen mendatangi latihan sepakbola di kawasan Sport Center Kelapa Dua. Setelah itu, rombongan bergeser ke lapangan softball untuk menyaksikan latihan atlet. Di sana, Pierre Hofer dan tim kembali melayani sesi tanya jawab serta menyempatkan diri memeriksa salah satu atlet.
Dari lapangan softball, rombongan berjalan menuju indoor stadium untuk melihat latihan futsal. Pierre Hofer dan timnya menemukan atlet yang mengalami cedera ACL. Atlet bernama Nisrina Kamila itu kemudian direkomendasikan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Mentari sebagai rumah sakit rujukan bagi atlet Kabupaten Tangerang. Pierre juga memeriksa seorang atlet lainnya yang juga mengalami cedera di lapangan futsal.
Setelah itu, rombongan bergeser ke venue panjat tebing. Di lokasi, para dokter terkesan dengan latihan cabang olahraga panjat tebing. Pierre Hofer juga sempat memeriksa seorang atlet putri yang diduga mengalami cedera. Mantan pelatih timnas Swiss untuk cabang olahraga dayung itu kemudian memberikan saran kepada sang atlet.
Pierre Hofer mengaku terkesan dengan kunjungannya ke sejumlah lokasi latihan atlet. Dia mengaku apa yang diberikan KONI Kabupaten Tangerang melebihi ekspektasinya.
Dalam kesempatan itu, Pierre berpesan agar para atlet selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan latihan. Salah satunya dengan pemanasan yang cukup dan memadai. Selain itu, Pierre juga mendukung latihan yang dilakukan para atlet, Dia berharap atlet dapat terus bermimpi dan berusaha keras mewujudkan impiannya itu melalui cara-cara yang benar.
“Jangan lupa pemanasan yang cukup sebelum melakukan latihan. Jangan lupa istirahat yang cukup setelah melakukan latihan. Tubuh manusia seperti mobil, perlu istirahat dan tak bisa dipakai terus menerus,”ungkap Pierre.
Ketua KONI Kabupaten Tangerang Muhammad Komarudin mengatakan kunjungan para ahli sport medicine dari Swiss adalah kesempatan langka. Sehingga, harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Menurut Komarudin, terkait penanganan cedera atlet, KONI Kabupaten Tangerang telah berupaya memberikan jaminan pembiayaan dengan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian, atlet yang cedera di kala latihan seperti pada cabang olahraga futsal, memperoleh jaminan biaya pengobatan dari BPJS Ketenagakerjaan.
“Setelah mengunjungi latihan atlet, para dokter ahli ini akan melakukan coaching clinic penanganan cedera yang diikuti para pelatih dan asisten pelatih cabang olahraga di Kabupaten Tangerang, “ujar Komarudin. (gatot)