SATELITNEWS.ID LEBAK–Setelah dilakukan uji lab terhadap sempel nasi uduk, bihun, sambel tambahan makanan lainnya yang membuat belasan pelajar SMPN 3 Kalanganyar, Kabupaten Lebak mengalami mual, pusing dan muntah, Labotarium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banten menyatakan ada kandungan bakteri Escherichia coli (E.coli) di makanan tersebut.
Kepala Puskesmas Kalanganyar Yopi Yulianti mengatakan, bakteri itu ditemukan pada dua dari empat sampel makanan yang kirimkan ke Labkesda. Kedua sampel itu yakni nasi dan sambel.
“Jadi dari hasil pemeriksaan Labkesda, kita tidak temukan adanya zat kimia beracun, hanya ditemukan E.Coli pada Nasi dan Sambel,” kata Yopi, Jumat (02/09/2022).
“Bakteri itu sendiri diduga berasal dari lingkungan kantin yang kurang sehat. Infeksi bakteri E. Coli dapat terjadi saat seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri. Sehingga, menyebabkan orang yang mengonsumsi makanan itu mengalami gejala mual, pusing hingga muntah-muntah,” Yopi menjelaskan.
“Dilihat dari lokasinya kan memang dekat dengan kebun, jadi kemungkinan saja di sana masih ada perilaku kurang baik seperti dolbon. Nah lalat-lalat yang membawa bakteri dari dolbon itu juga menempel ke makanan, yang akhirnya menyebabkan para siswa terinfeksi bakteri E.Coli,” timpalnya.
Katanya, pasca peristiwa dugaan keracunan makanan yang menyebabkan puluhan siswa sakit, pihaknya langsung melakukan monitoring dan pemeriksaan ke lokasi kantin penjual nasi uduk itu.
Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta kepada pemilik kantin untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, juga meminta kepada siswa sekolah untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi makanan.
“Untuk langkah ke depan kita akan melakukan MoU alias kerjasama dengan Korwil Pendidikan setempat melalui program Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Yang mana pada program itu kita akan secara aktif memantau kondisi kesehatan dan kebersihan di lingkungan sekolah,” kata perempuan yang juga menjabat Sekretaris DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lebak ini.
Siswa siswa yang sempat sakit usai makan nasi uduk, kata Yopi, kini sudah dalam keadaan sehat dan beraktivitas seperti biasanya.
“Alhamdulillah semuanya sudah sehat, sudah bisa sekolah lagi dan bahkan sudah pada lari-larian lagi, cuman tetap kita ingatkan kepada para siswa untuk selalu jaga kebersihan dan kesehatan. Kita juga minta kepada kantin untuk jaga kebersihan dan menutup setiap makanan agar tidak ada lalat yang hinggap di makanan,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, terdapat 18 bertambah menjadi 21 siswa SMPN 3 Kalanganyar dilaporkan mengalami mual, pusing dan muntah setelah mengonsumsi nasi uduk. Mereka pun terpaksa dibawa ke Puskesmas Kalanganyar dan Mandala guna mendapatkan penanganan medis.(mulyana)
























