SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Tangerang, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa (IK DD) bersama dengan Re-Bach International melakukan pelatihan wiraswasta untuk masyarakat usia 17 hingga 35 tahun, di Gedung Inovasi Kemandirian, Komplek Islamic, Kecamatan Kelapa Dua, Sabtu (24/9).
Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman mengatakan, bahwa Institut Kemandirian dan Dompet Duafa bekerja sama dengan Re-Beach Internasinal membuat pelatihan wiraswasta dengan nama program Re-Space. Katanya, hal itu merupakan salah satu upaya mendukung Pemerintah Indonesia, dalam menciptakan sumber daya manusia yang handal dan terampil menuju Indonesia emas di tahun 2045 mendatang.
“Jadi dalam peluncuran program Re-Space ini, kami ingin membangun konsep role model baru. Dengan menjalankan konsep pelatihan entrepreneurship dan harapan bisa melahirkan tenaga muda yang terampil dan mandiri,” kata Abdurrahman Usman, dalam jumpa pers grand launcing program Re-Space, di Gedung Inovasi Kemandirian, Komplek Islamic, Kecamatan Kelapa Dua.
Lanjut Abdurrahman, bahwa konsep Re-Space yang dicetuskan oleh Institut Kemandirian bersama Re-Bach Internasional ini, merupakan program inovasi pemecahan masalah sosial di dalam negeri. Seperti upaya untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Dimana, kata Abdurrahman, nantinya program Re-Space tersebut akan memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan secara reguler, terhadap kelompok muda yang produktif. Khususnya bagi mereka yang masuk pada kategori kurang mampu.
“Selain untuk menciptakan SDM unggul, juga dengan hadirnya Re-Space ini bisa meningkatkan skala, baik itu produk dan kemampuan,” katanya.
Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang
Abdurrahman mengungkapkan, program Re-Space juga saat ini telah menjadi pilot projects, yang mana pihaknya telah menjalankan pelatihan keterampilan dengan 21 jenis jurusan berbeda. Salah satunya yaitu pelatihan pengelolaan pangan, digital marketing dan pengelolaan kayu.
“Mudah-mudahan dari yang kecil ini bisa menjadi contoh untuk lembaga-lembaga yang lain,” ujarnya.
Abdurrahman menyampaikan, bahwa dari program peningkatan kualitas SDM ini, mendapat dukungan dari Good People Organization dan Korea International Cooperation Agency (KOICA) dari Korea Selatan.
Sementara itu, Project Manager Re-Space, M. Iqbal Adriansyah menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk membawa program-program terbaik untuk pemuda di Indonesia, melalui kolaborasi dengan Institut Kemandirian dan mitra strategis lainnya.
“Kegiatan pelatihan-pelatihan berbasis online, inkubasi usaha dan penyediaan informasi kewirausahaan, program Re-Space merupakan upaya dalam membentuk bisnis sosial ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Iqbal menyebutkan, pada program Re-Space juga telah menyediakan kegiatan pelatihan ekslusif untuk masyarakat umum. Menurutnya, melalui kegiatan kelas satu hari atau One Day Class.
Baca Juga: Perekonomian Masyarakat Banten Diklaim Meningkat, Pengangguran Terbuka Menurun
“Peserta dapat menikmati proses pembuatan produk. One Day Class disediakan untuk mengakomodasi kebutuhan peserta yang membutuhkan pendampingan ekslusif dari instruktur,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























