SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang melakukan rapat koordinasi pengujian pupuk tanaman, yang berbahan dasar kotoran manusia atau Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), di Aula Kantor DPKP, Tigaraksa, Selasa (31/1).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan penggunaan pupuk organik untuk tanaman, yakni dengan memanfaatkan potensi limbah di lingkungan sekitar. Seperti lumpur tinja atau lumpur kotoran manusia dan juga pupuk kandang.
“Kami berupaya untuk memanfaatkan potensi limbah yang disekitar, seperti pupuk kandang dan juga Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT),” kata Asep kepada Satelit News, Selasa (31/1).
Lanjut Asep, pihaknya akan melakukan pengujian terhadap pupuk tersebut, mana yang lebih cocok untuk digunakan tanaman sayur, buah, dan umbi-umbian. Ia menuturkan, pada uji coba tersebut, BPP juga diminta untuk mencatat pertumbuhan setiap komoditas yang dilakukan uji coba, agar hasilnya dapat terlihat apakah ada perbedaan signifikan atau tidak dengan penggunaan pupuk organik tersebut.
“Dari hasil analisa pada beberapa BPP, ternyata untuk penggunaan IPLT ditambah kapur itu lebih cocok untuk tanaman holtikultura dalam bentuk sayuran, dan kurang cocok untuk tanaman buah-buahan karena hasil produksinya kurang maksimal,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Bambang menambahkan, pada komoditas bawang merah yang merupakan jenis tanaman umbi-umbian, akan lebih baik dengan adanya penambahan pupuk kimia untuk merangsang pertumbuhan.
Baca Juga: Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, EcoSuLe Siap Tebar 10.000 Liter Eco Enzyme di Sungai
“Untuk tanaman umbi-umbian memang, akan lebih baik ada campuran kimia, agar pertumbuhannya lebih baik dan subur,” ujarnya.
Bambang juga mengatakan, bahwa pupuk kandang dan IPLT dirasa sangat bermanfaat untuk membantu para petani. Selain lebih ramah lingkungan dan lebih mudah didapat, pupuk organik ini juga membantu meningkatkan kualitas hasil pertumbuhan pada tanaman.
Bambang berharap, inovasi yang sedang dikembangkan oleh DPKP ini nantinya dapat meringankan biaya produksi para petani dan meningkatkan kualitas produksi hasil panen. Sehingga penghasilan ekonomi para petani bisa lebih meningkat.
“Mudah-mudahan dengan inovasi yang dibuat ini bisa memberikan dampak serta manfaat kepada petani, terutama dalam menekan biaya produksi. Sehingga kedepannya produktivitas petani bisa lebih meningkat dan juga sejahtera,” tuturnya. (alfian/aditya)





















