SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG–Dampak dari kondisi sudah rapuh dan adanya pergerakan tanah, sebuah rumah milik seorang wanita lansia yang tinggal sebatang kara, di Kampung Cikupaen RT 02 RW 002, Desa Bojong Manik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, ambruk dan rata dengan tanah, Kamis (2/2/2023) sekitar pukul 07.00 WIB.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, karena pemilik rumah, Marni (69), langsung lari pada saat mendengar suara dan merasakan rumahnya mau roboh.
Akibat musibah itu, kerugian yang dialami lansia itu kurang lebih mencapai Rp20 juta karena selain rumah roboh rata dengan tanah, barang – barang berharganya pada rusak berat.
Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sindangresmi, Subhannudin, membenarkan di wilayahnya ada satu rumah mengalami roboh hingga rata dengan tanah.
“Saat mendapat informasi itu, saya juga langsung ke tempat kejadian dan membuat laporan,” kata Subhan, saat dihubungi via WhatsApp (WA), Kamis (2/2/2023).
Katanya, sebelum kejadian rumahnya roboh, lansia yang tinggal sebatang kara itu sedang di dalam rumah. Namun karena mendengar suara rumahnya mau roboh dan merasakan gerakan tanah, korban langsung lari keluar rumah.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
“Walau pada saat hendak roboh korban sedang di dalam rumahnya, Alhamdulillah tak ada korban jiwa. Karena pada saat itu mendegar suara kecang rumah mau roboh dan merasakan gerakan, korban lari keluar rumah,” tambahnya.
Ia memastikan, robohnya rumah milik lansia itu selain kondisi bahan material rumah semi permanen keadaannya sudah pada lapuk, ditambah adanya pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut.
“Jadi kondisi rumahnya benar – benar sudah lapuk, dan ditambah ada pergerakan tanah bendungan kali Cikupaen. Akhirnya rumah itu roboh hingga rata dengan tanah,” pungkasnya.
Ditambahkannya, pihaknya juga sudah langsung melaporkan kondisi itu keberbagai pihak terkait di wilayah Kecamatan hingga tingkat Kabupaten Pandeglang.
“Sudah saya laporkan ke Kadis Dinsos, Kalak BPBD, Instansi terkait di Desa dan Kecamatan, Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang, dan Ketua KSB Kabupaten Pandeglang,” tandasnya.
Ia juga memastikan, bantuan berupa logistik untuk korban sudah ada dan bakal secepatnya diberikan. “Kalau bantun logistik sudah ada, namun untuk membangun rumahnya belum ada. Mudah – mudahan dapat dibantu oleh Pemerintah,” imbuhnya. (nipal)
Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat
























