SATELITNEWS.COM, LEBAK—Dunia sosial media sempat dihebohkan dengan adanya ribuan Kartu Indonesia Pinter (KIP) yang berserakan di lapak pengepul di wilayah Kabupaten Lebak. Polisi yang mendengar kabar tersebut, langsung melakukan penyelidikan.
Diketahui lokasi tersebut berada di Desa Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung. Selain mengamankan barang bukti, pelaku penjual pun tengah diburu satuan Reserse Kriminal Polres Lebak.
Dari penelusuran polisi, setelah dihitung ada lebih dari 3.699 KIP yang terdiri dari 3.000 KIP untuk siswa SMA/SMK/MTs di Kabupaten Pandeglang dan 699 KIP untuk siswa SMKN dan swasta di Kabupaten Lebak, itu diduga tidak didistribusikan dan dijual ke pengepul barang bekas dalam kondisi masih terbungkus rapih di sejumlah kardus dan karung.
Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wiwin Setiawan mengungkapkan, ribuan kartu program bantuan dari Kementerian Pendidikan bagi pelajar tidak mampu itu dijual oleh dua orang tak dikenal kepada pemilik lapak.
“Jadi pemilik lapak ini membeli barang tersebut dari dua orang seharga Rp2.000 per Kg. Setelah ditimbang, kartu yang terdapat dalam 18 dus dan 2 karung itu beratnya 400 Kilogram,” kata Wiwin dalam keterangannya, Sabtu (08/04/2023). Namun Wiwin menyebut, identitas dua orang yang menjual ribuan KIP ke lapak rongsok masih dalam penyelidikan. “Yang dijual itu dokumen dan kartu tahun 2019 dan 2020,” ucap Wiwin.
Kasat Reskrim Polres Lebak, Iptu Andi Kurniady Eka Setya Budi KIP itu seharusnya didistribusikan ke wilayah Pandeglang. Tapi tidak menutup kemungkinan ada kartu dengan tujuan wilayah lain. Ribuan kartu itu bisa sampai ke lapak rongsokan karena dijual ke pengepul. Peristiwanya terjadi akhir bulan Maret lalu.
Baca Juga: Polres Lebak Siagakan Satgas Karhutla
“Info sementara dia (pengepul) nerima barang kertas-kertas dari orang yang bawa losbak. Alasan dia (pengepul) kan yang penting nerima barang, karena kertas jadi diterima,” kata Andi belum lama ini. “Menurut keterangan dari pemilik lapak mah dia terima kertas-kertas itu 10 hari lalu,” timpal Andi.
Kata Andi, polisi akan menindaklanjuti penemuan ribuan KIP di lapak rongsokan. Ada 3 kardus berisi KIP dan sejumlah map yang sudah diamankan untuk proses penyelidikan. Polisi juga akan memeriksa sejumlah pihak dari bank dan instansi yang mengeluarkan KIP tersebut. “Rencana kita periksa pihak terkait, baik dinas, atau pihak yang mengeluarkan kartu dan pihak bank,” pungkasnya.(mulyana)
























