SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Warga Perumahan Puri Dewata, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang menggelar sayembara bagi masyarakat yang dapat menangkap maling di wilayahnya dengan hadiah imbalan mencapai Rp 2,5 Juta. Iming-iming nominal tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, warga mengaku geram dengan aksi pencurian yang kerap terjadi.
“Itu terinspirasi dari kawan- kawan RT dan masyarakat karena gaduh dengan pencuri selama bulan puasa ini ternyata rawan dengan pencurian motor,” ujar Momon Chimon, Ketua RW 06 saat ditemui, Minggu (09/04/2023).
Kata dia, kejadian pencurian seolah tidak mengenal waktu. Di tahun 2023 saja kasus pencurian meningkat hingga bulan Ramadan. Padahal, dirinya mengaku telah memperketat pengawasan akses masuk perumahan. “Itu terjadi pagi dan sore. Makanya kami ada kekesalan dari sebelum puasa juga sudah terjadi beberapa kali. Saya sudah perketat di security kompleks, akhirnya berinisiatif bikin banner itu dan satu upload si pencuri yang terekam CCTV,” katanya.
Karena wilayahnya rawan aksi pencurian, warga berinisiatif untuk membuat banner sayembara. Tidak tanggung-tanggung nominal yang diberikan bervariasi, hal tersebut demi menggugah kepedulian antar sesama warga.
“Kata saya jangankan satu juta, lima juta juga saya bayar. Makanya saya buat aja kalau nangkep malem Rp 2,5 juta kalau siang 1 juta. Mudah- mudahan itu itu jadi penyemangat artinya warga juga bisa peduli, bukan karena hadiahnya, tetapi bisa menjadikan suatu motivasi. Jadi kepedulian itu ada hasih hadiah masyarakat itu kan bisa bereaksi cepat,” ungkapkannya.
Menurutnya, aksi pencurian sudah terlewat batas. Selain motor, pagar rumah pun menjadi incaran para maling untuk dia gasak. Sudah tiga hari, sejumlah banner telah terpasang di sudut perumahan. Dalam banner juga terlihat gambar sosok pelaku yang terekam dalam CCTV.
Baca Juga: Polsek Serpong Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas di Wilayah
“Kita juga minta kerja samanya RT/RW nya peduli sama tetangga saat ada kecurigaan wajib ditegor aja. Jadi karena itu kecolongan geram aja. Selama ini motor pelaku dua kali pakai jaket ojol, jadi geramlah intinya kami kompleks perumahan Puri Dewata ini geram,” jelasnya.
“Motor kehilangan sudah tiga, tahun 2023. Ada juga pager rumah 4 digergaji ada juga memang yang belum terpasang. Kalau malem mungkin sudah dipersempit ya jalannya sama kita akses keluar masuknya dijaga, jadi mereka ngakalinnya pagi dan siang,” sambungnya.
Paling terbaru, kata Momon pada minggu lalu dua sepeda motor salah satunya milik ojek online dicuri. Padahal, tambah dia, dua hari sebelumnya pencuri beraksi tidak jauh dari lokasi. “Yang belum lama pagi jam 7 dia dua orang mondar- mandir di CCTV, selang dua hari ada lagi di masjid, motor milik ojol lagi shalat berjamaah. Kejadian terakhir baru hari senin pagi. Di masjid rabu sore. Mudah mudahan dengan adanya hadiah seperti itu masyarakat bisa lebih peduli,” pungkasnya. (mg03)
