SATELITNEWS.COM, TIGARAKSA – Menjelang hari raya Idul Fitri 1444 H/2023 M, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar bazar sembako murah di GSG Pusat Pemkab Tangerang, Kamis (13/4). Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan tim PKK.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, tujuan dibukanya bazar murah menjelang Hari Raya Idul Fitri, adalah untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok di saat hari raya, khususnya masyarakat menengah ke bawah. Mengingat, harga kebutuhan pokok selalu mengalami kenaikan menjelang hari raya.
Maka dari itu, bupati berharap, dengan adanya bazar murah Ramadhan bisa membantu masyarakat mendapatkan sembako murah dengan kualitas yang baik. Katanya, selain bazar sembako, dalam acara tersebut juga disajikan berbagai macam produksi UMKM Kabupaten Tangerang.
“Mudah-mudahan masyarakat bisa menikmati bazar murah Ramadhan ini. Dan para pelaku UMKM juga bisa mendapatkan keuntungan dari bazar murah ramadhan ini, sehingga perekonomian di Kabupaten Tangerang bisa terus berkembang,” kata Bupati Zaki kepada Satelit News, Kamis (13/4).
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Yuli Zaki Iskandar menambahkan, bahwa bazar murah ini merupakan hasil kerjasama antara ibu-ibu PKK, Dharma Wanita, OPD, serta mitra-mitra swasta dan juga BUMD yang ada di Kabupaten Tangerang.
“Semoga bazar murah ini bisa terus rutin dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, dalam memberikan kemudahan kepada seluruh masyarakat. Khususnya, dalam mendapatkan sembako murah dengan kualitas yang cukup baik,” ucap Yuli Zaki.
Baca Juga: Proyek Hutan Bambu Dianggap Mubazir, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Iskandar Nordat mengatakan, bahwa saat ini hampir semua harga komoditi sudah mulai kembali ke harga normal dan beberapa mendekati harga normal. Contohnya seperti cabai rawit merah, yang sebelumnya mencapai harga Rp 70 hingga Rp 80 ribu kini sudah turun menjadi Rp 40 ribu dipasaran. Lalu, beras yang harga normal Rp 11 ribu menjadi Rp 12 ribu, atau harga yang awalnya Rp 12,500 menjadi Rp 14 ribu. Minyak kita, harga normalnya Rp 14 ribu, dipasaran hanya Rp 15 ribu.
“Kalau cabai rawit merah sudah kembali normal. Sementara kebutuhan lainya seperti beras dan minyak, meski naik tetapi tidak begitu signifikan,” katanya.
Kata Nordat, meski ada beberapa yang sudah turun dan mendekati harga normal, tetapi beberapa kebutuhan komoditi lainnya masih bertengger diharga yang cukup tinggi. Khususnya adalah bahan pangan yang terdiri dari protein hewani, seperti daging sapi, ayam boiler dan telur ayam.
Katanya, khusus untuk daging sapi dan ayam masih ada kemungkinan untuk naik lebih tinggi seiring mendekati hari Raya Idul Fitri 1444 H/2023 M. Saat ini, harga daging sapi masih di angka Rp 130 ribu hingga Rp 145 ribu, meski harga normalnya Rp 110 ribu.
Lalu, ayam boiler harga normal hanya Rp 30 ribu kini dipasaran masih bertengger diangka Rp 45 ribu. Dan terakhir telur ayam boiler dimana harga normal hanya Rp 22 ribu, kini mencapai Rp 29 ribu per kilo gramnya.
“Daging sapi kemungkinan akan kembali naik, menjadi Rp 150 atau Rp 160 saat mendekati hari raya. Namun, kita berharap tidak ada kenaikan lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Hibahkan Lahan, Pemprov Banten Bangun Gedung Sekolah
Meski beberapa kebutuhan komoditi memgalami kenaikan dan penurunan harga, Mnurut Nordat, Dirinya memastikan, bahwa kebutuhan komoditi untuk masyarakat Kabupaten Tangerang akan aman sampai hari H Idul Fitri 1444 H/2023 M.
“Alhamdulillah kalau stok aman. Kami sudah kordinasi dengan bulog bahwa stok beras dan terigu aman. Begitupun dengan distributor minyak goreng dipastikan aman dan terkendali. Sehari rata-rata 50 hingga 60 ton,” katanya. (alfian/aditya)























