SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Hari raya Idulfitri memang sepantasnya di rayakan dengan penuh suka cita. Terlebih dilewati dengan berpuasa menahan lapar dan haus selama satu bulan penuh. Rasa gembira dituangkan dengan berbagai pakaian bagus dan tentu saja, makan-makanan.
Usai melaksanakan salat Idulfitri, hampir di setiap rumah tersaji makanan berlimpah, dari makanan ringan hingga makanan berat. Kue-kue kering, kue basah, masakan dengan olahan protein tinggi seperti opor ayam dan rendang daging sudah pasti mendominasi.
Bagi yang sadar akan kesehatan, mereka akan sangat berhati-hati mengonsumsi segala hidangan yang tersedia. Mereka tau dibalik makanan yang menggugah selera tersebut terdapat sesuatu yang akan menggangu kesehatan tubuh, yaitu kolesterol.
Lalu bagaimana agar bisa tetap menikmati hidangan penuh selera tersebut tanpa menyebabkan kolesterol tinggi. Sebelumnya, kita perlu faham terlebih dahulu apa itu kolesterol. Menurut medis, kolesterol merupakan senyawa lemak yang diproduksi sel tubuh, terutama hati.
Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh agar tetap sehat, hanya saja, jika tubuh kelebihan kolesterol maka akan meningkatkan berbagai risiko, seperti penyakit jantung, stroke dan terganggunya sirkulasi darah.
Menurut Dokter RS Sari Asih Ciledug, Kota Tangerang, dr Islamiah Nur Insani, penyebab kolesterol tinggi dikarenakan kebiasaan mengonsumsi makan-makanan dengan kadar lemak jenuh tinggi.
“Memang rasanya kurang afdol yah kalo tidak menikmati makan-makanan saat lebaran. Tapi memang perlu diingat nih, terkadang menu yang disajikan seringkali berpotensi memicu kenaikan kolesterol,” ujar dr Islamiah.
Umumnya, menu masakan khas sekitar kita saat lebaran adalah opor, gulai dan rendang yang memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi. Untuk itu dr Islamiah memberikan tips agar kolesterol tetap terkendali meski makanan di depan kita berlimpah lemak jenuh.
“Kurangi asupan makanan mengandung lemak jenuh yang banyak ditemukan di banyak produk susu dan daging. Kemudian kurangi asupan lemak trans yang banyak ditemukan di kue kering. Dan batasi makanan mengandung kolesterol seperti hati, jeroan, dan kuning telur,” tegasnya.
Meski demikian Dokter Umum yang bertugas di RS Sari Asih Ciledug ini tidak melarang untuk memakan-makanan tersebut, hanya saja menyarankan untuk mengurangi untuk meminimalisir risiko, sekedar mencicipi dalam merayakan hari lebaran. (rls)