Kamis, 21 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Headline

Manuver PPP: Lengserkan Suharso, Capreskan Ganjar Pranowo

Oleh: Fathurraman Yahya*

Oleh Deddy Maqsudi
Kamis, 4 Mei 2023 16:04 WIB
Rubrik Headline, Kolom
Manuver PPP: Lengserkan Suharso, Capreskan Ganjar Pranowo

MANUVER PPP: Fathurraman Yahya, alumnus Pascasarjana Ezzitouna University Tunisia, Kajian Pemikiran Politik Islam/Mahasiswa Doktoral Komunikasi Politik dan Diplomasi, Pascasarjana Universiats Sahid Jakarta. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

DI penghujung tahun 2022, saat partai-partai politik melakukan konsolidasi menjelang pemilu 2024, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), salah satu partai Islam-berbasis massa Islam – kisruh dan dilanda konflik internal. Suharso Monoarfa, Ketua Umum yang terpilih secara aklamasi melalui Muktamar IX di Makassar Desember 2020 lalu, dilengserkan begitu cepat dan digantikan oleh Muhammad Mardiono sebagai Pelaksana tugas (Plt).

Pelengseran tersebut memunculkan misteri dan teka-teki politik. Kini, misteri itu terkonfirmasi dan terjawab setelah partai berlambang Kakbah secara resmi mengumumkan pencapresan Ganjar Pranowo, Rabu (26/4/2023), mendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjungan (PDIP). Hendak kemana arah politik PPP dan apa tantangannya menghadapi pemilu 2024?

 

Mengubah Arah Koalisi

Manuver Majelis Pertimbangan Partai melengserkan posisi Suharso Monoarfa dari ketua umum, melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Serang, Banten (4-5/9/2022), dianggap berani. Suharso dilengserkan saat beliau dalam perjalanan pulang dari Paris menuju Jakarta. Sejurus kemudian, Muhammad Mardiono ditetapkan sebagai Plt. Ketua Umum PPP menggantikan Suharso Monoarfa.

Bagi Suharso dan pendukungnya, pelengseran ini merupakan “kudeta” yang dirancang oleh lawan-lawannya di internal partai dengan berbagai dalih dan alasan. Memang, alasan yang mengemuka dan dimunculkan, Suharso Monoarfa dinilai melanggar “etika komuníkasi” dan menyalahi fatsun politik PPP yang lahir dari konsensus para tokoh muslim, ulama dan kiai. Cerita Suharso tentang “amplop kiai” dianggap telah merendahkan martabat kiai dan pesantren, dimana PPP tidak bisa dilepaskan dari peran kiai dan pesantren.

BeritaTerbaru

Pemkab Tangerang Larang Pedagang Hewan Kurban Berjualan di Trotoar

Pemkab Tangerang Larang Pedagang Hewan Kurban Berjualan di Trotoar

Selasa, 19 Mei 2026 20:05 WIB
Delapan Desa di Lebak Gelar Pilkades Antar Waktu

Delapan Desa di Lebak Gelar Pilkades Antar Waktu

Selasa, 19 Mei 2026 19:25 WIB
Lakalantas Maut di KM 16,5 Jalan Raya Serang, Pemotor dan Penumpang Meninggal Dunia

Lakalantas Maut di KM 16,5 Jalan Raya Serang, Pemotor dan Penumpang Meninggal Dunia

Selasa, 19 Mei 2026 17:56 WIB
IMG_20260519_164204

Pemkot Tangerang Percepat Bangun Flyover Sudirman

Selasa, 19 Mei 2026 16:44 WIB

Walaupun, sempat ada perlawanan dari kubu Suharso Monoarfa, Muhammad Mardiono begitu cepat mendaftarkan kepengurusan PPP ke Kemenkumham, dan secepat itu pula memperoleh pengesahan SK dari Kemenkumham.

Hemat penulis, konflik di internal PPP (saat itu) bukan sebatas persoalan etik – komunikasi politik – Suharso Monoarfa mengenai “amplop kiai” yang dipermasalahkankan Tiga Majelis Partai. Tetapi, lebih pada persoalan taktis dan strategis partai menjelang pemilu 2024.

Memang, pada awalnya konflik internal yang terjadi di tubuh PPP saat itu diprediksi akan rumit dan pelik karena memiliki spektrum politis dan yuridis sekaligus. Dua kubu akan saling berebut dukungan politik di internal partai dan legalitas-yuridis di Kemenkumham seperti yang terjadi pada konflik-konflik serupa sebelumnya. Tetapi faktanya, Kemenkumham sangat cepat merespons dan mengesahkan kepengurusan PPP versi Plt. Mardiono.

Di sini, kemudian muncul tafsir teori relasi kuasa dalam konteks penyelesaian konflik di internal PPP. Arah koalisi PPP yang sudah dijalin Suharso Monoarfa dengan Golkar dan PAN yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) diharapkan bisa berubah haluan. PPP di bawah kendali Mardiono akan berpaling dari koalisi KIB, lalu bergabung dengan koalisi PDIP yang dianggap memiliki hubungan historis dan sebagai partai penguasa.

Keputusan cepat koalisi PPP dengan Golkar dan PAN yang dimotori Suharso Monoarfa, tentu tidak menyenangkan banyak pihak di intenal PPP, atau mungkin dari pihak (partai) lain. Di sini kemudian muncul friksi-friksi tak terelakkan di internal PPP, termasuk soal koalisi.

Sejak era reformasi, PPP tidak lagi menjadi oposisi, bahkan selalu berkoalisi dengan PDIP. Pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnopuri (2001-2004), Ketua Umum PPP, Hamzah Haz didapuk sebagai wakil Presiden mendampingi Ketua Umum PDIP. Pada pemilu 2014 dan 2019, PPP menjadi partai koalisi PDIP mengusung Joko Widodo. Artinya, bagi sebagian faksi di internal PPP, kedekatan PPP dengan partai penguasa bisa menjadi pertimbangan-pertimbanan politis dan starategis dalam kerangka koalisi ke depan, karena secara historis, PPP dan PDIP sama-sama berjuang melawan rezim Orde Baru yang direpresentasikan Golkar saat itu. Hanya saja, dengan posisinya yang terus mengalami degradasi, tidak mudah bagi PPP untuk melakukan manuver politik berlebih karena perolehan suaranya terus-menerus merosot.

 

Meningkatkan Elektabilitas

Merosotnya perolehan suara PPP dari waktu ke waktu, tentu menjadi tantangan berat menuju pemilu 2024. Sejak era reformasi, dimana partai-partai Islam atau berbasis massa Islam bermunculan, sebut misalnya; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), PPP sebagai partai Islam (tertua) yang dideklarasikan pada tahun 1973, masih eksis. Tetapi, eksistensinya terus digerogoti oleh imunitasnya sendiri, sehingga kondisinya semakin hari semakin melemah. Bahkan masih berjuang untuk bisa bertahan – suvive – dan mempertahankan kursinya di Parlemen yang saat ini diikat ketat oleh ketentuan ambang batas (Parliamentary Threshold) 4%.

Sebagai catatan, sejak pemilihan langsung, tahun 1999-2019, persentase perolehan suara PPP secara nasional mengalami penurunan ; (pemilu 1999-10,71 %), (pemilu 2004-8,15 %), (pemilu 2009-5,32 %), (pemilu 2014-6,53 %). Kemudian, pada Pemilu 2019, PPP hanya memperoleh 4,52 % suara nasional, dengan jumlah 19 kursi di Parlemen.

Bisa dicermati bahwa partai Islam yang sudah berpengalaman dalam pentas politik nasional selama hampir 3 dekade ini, kerap dilanda konflik internal yang kemudian berujuang pada pembangkangan-perlawanan-politik satu faksi terhadap faksi lain. Saat ini, tingkat elektoralnya semakin merosot disalip partai-partai pendatang baru semisal Nasional Demokrat (Nasdem) dan dibayangi partai baru non Parlemen yaitu Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Pada pemilu 2019, perolehan kursi PPP lebih kecil dibandingkan partai Nasdem. Nasdem memperoleh 10 kursi di DPRD Jawa Timur, sementara PPP hanya memperoleh 4 kursi. Padahal, Jawa Timur merupakan lumbung suara simpatisan partai kakbah tersebut.

Sejumlah lembaga survei merilis hasil riset mengenai tren elektabilitas PPP dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir yang menunjukkan tingkat elektabilitasnya berada pada kisaran 2,4 % (Litbang Kompas/Januari 2023), 2,7 % (SMRC). Artinya, masih jauh berada di bawah angka ambang batas parlemen.

Mencermati angka-angka tersebut tentu merisaukan dan menjadi tantangan tersendiri bagi elit PPP. Maka, manuver paling jitu adalah “menumpang” figuritas tokoh populer dan mengalihkan koalisi dari KIB ke PDIP yang sudah mengusug Ganjar Pranowo sebagai Capres, (21/04/2023). Satu sisi, PPP berharap mendapat coattail effect dari figuritas Ganjar Pranowo yang elektabiliatanya berada di puncak sembari menyambut Sandiaga Uno yang digadang-gadang sebagai salah satu cawapres Ganjar Pranowo. Pada sisi lain, PPP juga memanfaatkan momentum cepat dan tepat sebelum partai-partai lain bergabung dengan PDIP, karena dengan demikian, posisi tawar PPP akan lebih kuat daripada jika bergabung belakangan.

Bisa saja, manuver politik PPP dengan mencapreskan Ganjar Pranowo dan menyandingkannya dengan Sandiaga Uno sebagai cawapres 2024, akan menggerek tingkat elektabilitas partai berlambang Kakbah ini. (*) 

 

*(Alumnus Pascasarjana Ezzitouna University Tunisia, Kajian Pemikiran Politik Islam/Mahasiswa Doktoral Komunikasi Politik dan Diplomasi, Pascasarjana Universiats Sahid Jakarta)

Tags: Ganjar Pranowokoalisipemilu 2024pilpresppp
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

RUSAK PARAH : Ruas jalan Cicadas - Pasirpeuteuy - Kaduengan di Kabupaten Pandeglang dibiarkan rusak selama bertahun-tahun. Terkait hal itu, Gubernur Banten Andra Soni memberikan evaluasi negatif terhadap arah pembangunan di Kabupaten Pandeglang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Gubernur Andra Minta Pemkab Pandeglang Tak Leha-leha Soal Pembangunan Infrastruktur Jalan

Selasa, 19 Mei 2026 16:43 WIB
MELAKUKAN PEMERIKSAAN : Petugas gabungan dari Diskan Banten dan instansi terkait melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban disalah satu lapak pedagang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Diskan Banten Sarankan Hewan Kurban Yang Terkena Penyakit Tidak Diperjual Belikan

Selasa, 19 Mei 2026 16:32 WIB
KPK Imbau Pemda Setop Beri Dana Hibah ke Instansi Vertikal, Ini Respons Wakil Wali kota Tangerang
Headline

KPK Imbau Pemda Setop Beri Dana Hibah ke Instansi Vertikal, Ini Respons Wakil Wali kota Tangerang

Selasa, 19 Mei 2026 13:54 WIB
IMG-20260519-WA0005
Headline

Panjul, Sapi Berbobot 1 Ton Milik Presiden Prabowo Dikurbankan di Tangsel

Selasa, 19 Mei 2026 12:13 WIB
Parkir Liar Taman Elektrik Kota Tangerang Dikeluhkan, Pemkot Didorong Lakukan Operasi Gabungan
Headline

Parkir Liar Taman Elektrik Kota Tangerang Dikeluhkan, Pemkot Didorong Lakukan Operasi Gabungan

Selasa, 19 Mei 2026 09:15 WIB
Warga Cipeucang Keberatan Harga Pembebasan Lahan untuk PSEL Tangsel
Headline

Warga Cipeucang Keberatan Harga Pembebasan Lahan untuk PSEL Tangsel

Selasa, 19 Mei 2026 09:08 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Hormati Jasa Pejuang, Pemkab Tangerang Pugar Makam Ki Mauk

Hormati Jasa Pejuang, Pemkab Tangerang Pugar Makam Ki Mauk

Minggu, 17 Mei 2026 18:56 WIB
Sekwan Kabupaten Pandeglang Suaedi Kurdiatna (kanan), mendampingi Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang TB.A.Khatibul Umam (tengah) dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang MM. Fuhaira Amin, dalam sebuah kegiatan beberapa hari lalu. (ISTIMEWA)

Pimpinan DPRD Masih Enggan Ungkap Sosok Sekwan Pengganti Suaedi

Senin, 18 Mei 2026 14:32 WIB
Lakukan Pemantauan, Dinkes Tangsel Belum Temukan Kasus Hantavirus

Lakukan Pemantauan, Dinkes Tangsel Belum Temukan Kasus Hantavirus

Minggu, 17 Mei 2026 16:48 WIB
Lima Bulan Terakhir, BPBD Kabupaten Tangerang Catat 114 Peristiwa Kebakaran

Lima Bulan Terakhir, BPBD Kabupaten Tangerang Catat 114 Peristiwa Kebakaran

Rabu, 20 Mei 2026 20:40 WIB
WMS Perluas Budaya #Cari_Aman Lewat Pelatihan Safety Riding

WMS Perluas Budaya #Cari_Aman Lewat Pelatihan Safety Riding

Selasa, 19 Mei 2026 20:59 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.