SATELITNEWS.COM, SERANG – Tim seleksi anggota Bawaslu Provinsi Banten akan melakukan perpanjangan masa pendaftaran pencalonan Komisioner. Hal itu dikarenakan jumlah kuota perempuan untuk komisioner Bawaslu Provinsi Banten belum juga terpenuhi.
Sebab dari 32 orang yang sudah mendaftar, baru ada empat perempuan yang telah mendaftarkan diri sebagai calon komisioner Bawaslu Provinsi Banten. Sementara kuota yang tersedia untuk kelompok perempuan sebesar 30 persen, atau sekitar 10 orang perempuan. Sehingga masih tersisa enam orang lagi untuk memenuhi kuota tersebut.
“Sudah 32 tetapi untuk kuota perempuan masih belum terpenuhi. Jadi kalau 32 orang, empat kali delapan kebutuhan itu berarti 32. Cuman untuk pendaftar perempuan saat ini masih kurang, masih ada sekitar empat orang. Jadi untuk kebutuhan 30 persen dari 32 itu dilibatkan 10 orang. Nah paling tidak, ada enam orang lagi untuk kuota perempuan,” ujar Achmad Zamzami anggota Tim Seleksi Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Rabu (3/5).
Terkait rencana perpanjangan waktu, Achmad Zamzami menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan waktu selama tiga hari untuk dapat memenuhi kuota tersebut. Perpanjangan waktu itu rencananya dilakukan selama tiga hari terhitung sejak Selasa (9/5) hingga Kamis (11/5).
“Tiga hari, kita mulai, kemungkinan besar akan kita lakukan tanggal 9 hingga tanggal 11 untuk perpanjangannya,” terangnya.
Namun jika selama perpanjangan waktu itu ternyata kuota perempuan belum juga terpenuhi, maka sesuai dengan mekanisme yang berlaku tahapan selanjutnya akan tetap ditempuh. Sebab pihak tim seleksi telah memberikan kelonggaran waktu bagi pendaftar, untuk dapat mengajukan diri sebagai calon komisioner Bawaslu Provinsi Banten.
Baca Juga: Hadiri Pisah Sambut Kapolda Banten, Bupati Dewi Tegaskan Siap Perkuat Kolaborasi
“Sesuai dengan mekanisme yang ada, itu kita akan berlanjut ke tahap selanjutnya. Karena kita sudah memberikan space selama tiga hari untuk melakukan pendaftaran,” jelasnya.
Selain itu Achmad Zamzami juga menjelaskan peserta calon komisioner Bawaslu Provinsi Banten memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari masyarakat biasa hingga akademisi. Tidak hanya itu terdapat pula peserta calon komisioner Bawaslu Provinsi Banten yang mendaftar sebelumnya berasal dari KPU Kota/Kabupaten.
“Dari masyarakat, terus ada juga akademisi, ada yang dari Bawaslu Kabupaten/ Kota, dan juga ada yang KPU Kabupaten/Kota. Mereka ingin mengaktualisasi diri untuk secara tidak langsung mengasah diri mereka terkait kepemiluan,” terangnya.
Namun terkait dengan petahana yang mendaftar kembali, Achmad Zamzami belum bisa memastikan. Sebab pihaknya belum memeriksa kembali berkas yang ada satu per satu.
“Untuk petahana, saya belum cek satu per satu ya. Beberapa ada yang sudah. Cuman saya belum cek per satunya, siapa saja. Belum tahu,” tegasnya.
“Karena Kita untuk daftar itu masih safety, masih kita lakukan, begitu mendaftar langsung kita tumpuk langsung, kita kasih nama-namanya. Cuman nama-nama itu belum kita terima,” imbuhnya.
Baca Juga: Cegah Bullying di Sekolah, Dindik Lebak Andalkan Program Pagi Menyapa
Kemudian ia juga menegaskan, demi mengantisipasi adanya komisioner yang terafiliasi dengan partai politik tertentu, pihaknya akan melakukan pengetatan proses seleksi tersebut. Mulai dari pemeriksaan berkas secara mendetail hingga pada proses wawancara terhadap calon komisioner Bawaslu Provinsi Banten.
“Kita akan cek satu per satu (berkasnya). Dari Bawaslu RI juga akan melakukan fit and proper test dari calon-calon yang kita anggap memiliki kapasitas, dan kapabilitas kepemiluan,” tandasnya.
Sementara itu di sisi lain, salah satu peserta seleksi komisioner Bawaslu Provinsi Banten dari kalangan wartawan Adityawarman mengatakan, sejauh ini proses seleksi yang ditempuhnya berjalan cukup lancar tanpa adanya kendala yang berarti. Selain itu ia juga mengungkapkan, keikutsertaannya dalam seleksi itu bertujuan untuk membawa sebuah gagasan yang segar untuk Bawaslu Provinsi Banten.
“Ya prinsipnya, saya punya konsep yang berbeda dengan komisioner yang lain, tapi sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya. (bnn/aditya)





















