SATELITNEWS.COM, LEBAK—Usai rapat dengan perwakilan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyampaikan penutupan perlintasan yang secara otomatis menutup akses jalan menuju pasar dan Stasiun Rangkasbitung itu tetap berlanjut. Ada sejumlah alasan pemerintah tak mengindahkan keinginan pedagang kaki lima (PKL).
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lebak, Ajis Suhendi mengatakan, meski menuai penolakan dari masyarakat dan pedagang, perlintasan sebidang Pasar Rangkasbitung di Jalan RT Hardiwinangun/Jalan Tirtayasa, Kabupaten Lebak tetap ditutup.
“Setelah melihat data yang ada, di mana ada kekhawatiran tingkat pengunjung ke pasar berkurang tapi dari seminggu sebelum dan sesudah penutupan justru mengalami kenaikan hampir 150 persen,” tutur Ajis, Rabu (09/08). “Begitu juga dengan pengguna kereta api yang mengalami kenaikan. Maka dari itu kami bersepakat agar tetap dilakukan penutupan,” timpal Ajis yang mengindikasikan keinginan pedagang tidak bakal dikabulkan.
Ajis mengungkapkan, Pemkab Lebak maupun DJKA juga tidak bisa mengabulkan usulan agar masyarakat pejalan kaki bisa tetap masuk-keluar pasar dan stasiun dengan melewati perlintasan tersebut. “Iya ada aspirasi misalkan bisa melintas untuk pejalan kaki, tapi terus terang kami tidak bisa menjamin. Karena selama ini pun dengan keadaan perlintasan itu lansiran terhambat, dan memang aspek keselamatan yang juga menjadi pertimbangan kami,” jelas Ajis.
Ditanya soal para pedagang di sepanjang Jalan RT Hardiwinangun dan Jalan Ki Maklum (Gang Kibun) yang kena imbas dari penutupan perlintasan tersebut, Ajis meyakini kebijakan pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate saat ini akan punya dampak positif bagi masyarakat sekitar nantinya. Oleh karenanya, ia berharap kebijakan ini bisa diterima oleh masyarakat.
“Basisnya ini untuk kepentingan yang lebih besar. Kalau pembangunan stasiun ini sudah rampung, saya yakin yang pasti akan merasakan dampaknya adalah masyarakat sekitar. Kami yakin dan percaya ini hanya butuh penyesuaian saja,” kata dia.
Baca Juga: PKL Pasar Rangkasbitung Minta Rencana Relokasi Ditinjau Ulang
Sebelumnya penolakan yang dilayangkan oleh kelompok pedagang kaki lima, juga mendapatkan dukungan dari, Ketua Komisi I DPRD Lebak Enden Mahyudin. Dia meminta akses menuju pasar dan stasiun Rangkasbitung yang ditutup imbas penutupan perlintasan sebidang di Jalan RT Hardiwinangun/Jalan Tirtayasa bisa segera dibuka untuk pejalan kaki.
“Untuk memudahkan masyarakat yang mau ke pasar dan stasiun termasuk para pedagang, maka jangka pendeknya kami minta itu dibuka minimal bisa dilewati pejalan kaki,” kata Enden. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Lebak bisa secepatnya berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) sebagai solusi jangka pendek sampai menunggu pembahasan kembali. (mulyana/made)
























