SATELITNEWS.COM, LEBAK – Aksi iseng seorang pria di Kabupaten Lebak, Banten, berujung petaka. Sebuah cincin yang dimasukkan ke alat vitalnya justru tersangkut dan tak bisa dilepaskan.
Kondisi tersebut membuat bagian tubuh korban membengkak hingga mengalami kesulitan buang air kecil selama beberapa hari. Panik pasti, malu apalagi.
Peristiwa tak lazim itu terjadi pada warga Kampung Ranca Dungdu, Desa Parage, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.
Karena tak kunjung menemukan cara untuk melepaskan cincin tersebut, keluarga korban akhirnya membawa korban ke Dinas Satpol PP dan Damkar Lebak, Sabtu (7/11/2026) untuk meminta bantuan melepaskan cicin tersebut yang sebelumnya membawa korban ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Wakil Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak Sektor Bayah, Rian Apriandi, mengatakan, laporan permintaan bantuan diterima setelah pihak keluarga berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Petugas kemudian diminta melakukan penanganan karena cincin yang tersangkut tidak dapat dilepaskan dengan cara biasa.
“Berdasarkan penuturan ayah korban, kejadian itu bermula ketika anaknya bermain-main dengan sebuah cincin. Tanpa mempertimbangkan risiko, korban kemudian memasukkan benda tersebut ke alat vitalnya. Namun, setelah masuk, cincin justru tersangkut dan sulit dikeluarkan,” Tutur Rian, Minggu (8/11/2026).
Baca Juga: Api Membakar Rumah Warga Lebak Saat Penghuni Terlelap
Rian mengungkapkan, kondisi korban semakin mengkhawatirkan setelah beberapa hari kemudian mengalami pembengkakan. Bahkan, aktivitas buang air kecil pun terganggu akibat cincin yang masih melingkar dan tidak bisa dilepaskan.
“Beberapa hari kemudian korban mengeluh tidak bisa buang air kecil. Kondisinya mulai membengkak, kemudian oleh orang tuanya dibawa ke pihak kesehatan. Dari pihak kesehatan disarankan untuk meminta bantuan Damkar,” kata Rian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim penyelamat Damkar Kabupaten Lebak langsung diterjunkan ke lokasi. Sebanyak tiga personel, yakni M Ridwan, Subandi, dan Dimas, melakukan upaya pelepasan cincin dengan menggunakan peralatan khusus.
Proses evakuasi berlangsung relatif singkat.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 15 menit, terhitung sejak pukul 13.45 WIB hingga 14.00 WIB. Setelah melalui penanganan, cincin yang selama beberapa hari tersangkut akhirnya berhasil dilepaskan.
Rian memastikan proses penyelamatan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Proses pelepasan cincin berjalan lancar. Petugas berhasil mengeluarkan benda tersebut tanpa kendala,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak melakukan tindakan iseng yang berisiko membahayakan kesehatan dan keselamatan diri. Petugas mengimbau warga untuk tidak memasukkan benda asing ke bagian tubuh, terutama organ intim, karena dapat menimbulkan luka, pembengkakan, infeksi hingga gangguan fungsi organ.
Baca Juga: Ular King Kobra Berbobot 10 Kg Resahkan Warga di Lebak
Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri mengeluarkan benda yang tersangkut menggunakan alat seadanya. Jika mengalami kejadian serupa, segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Jangan menunggu hingga kondisi memburuk. Keselamatan dan kesehatan harus menjadi prioritas dibandingkan rasa malu untuk meminta pertolongan.(mulyana)

















