SATELITNEWS.COM LEBAK—Sedikitnya 8 siswa dari dua sekolah di Kabupaten Lebak diamankan anggota Polsek Warunggunung. Mereka yang masih bawah umur tersebut diduga terlibat tawuran di ruas Jalan Rangkasbitung-Pandeglang tepatnya di Kampung Buaran, Desa Cibuah.
Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Rabu 20 September 2023, sekitar pukul 13.30 WIB. Dimana kedua kelompok tersebut kata Kapolsek Warunggunung, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ahmad Sachlan awalnya saling ejek hingga kejar-kejaran dan terjadi pemukulan.
“Ada info itu (tawuran) kita langsung ke tempat kejadian, dan ada dua motor yang diamankan oleh warga di lokasi. Selain itu anak-anaknya juga kita amankan dibawa ke Polsek. Jadi saat itu tidak sampai terjadi tawuran,” kata Ahmad Sachlan saat ditemui di kantornya, Kamis (21/09/2023).
Sebelumnya beredar kabar, terdapat satu siswa mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Kabar tersebut ditepis Ahmad Sachlan. Katanya adapun anak yang terluka bukan karena senjata tajam melainkan terjatuh dari motor akibat saat saling kejar mengenderai sepeda motor. “Jadi saat kejadian anak itu saling mengejar dan mengejak akhir dari salah satu mereka terjatuh dan tangannya tersebut terluka,” katanya.
Dalam kejadian tersebut Polsek Warunggunung mengamankan dua sepeda motor dan delapan anak di bawah umur yang masing-masing berasal dari dua sekolah berbeda. Peristiwa itu juga sempat menghebohkan warga sekitar khusus di Kampung Buaran, yang bersama-sama melerai aksi keributan siswa dari dua sekolah tersebut.
“Motifnya saling ejek sehingga memicu kejar-kejaran siswa menggunakan sepeda motor yang membahayakannya orang lain,” tuturnya. Karena masih di bawah umur, Ahmad mengungkapkan, kedelapan siswa tersebut dikembalikan ke keluarganya masing-masing dengan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari.
Baca Juga: Dua Kelompok Pelajar di Lebak Bentrok, Satu Siswa Alami Luka Bacok
“Imbauan saya, memang Warunggunung merupakan jalur cepat lalulintas, banyak sekali kejadian laka jadi harus berhati-hati. Jadi untuk anak-anak pelajar ini kalau sudah pulang sekolah jangan kemana-mana lagi belajar di rumah dan tidak berkeliaran,” imbuhnya.
Menurut salah satu warga Warunggunung, kejadian seperti itu kerap terjadi namun tidak sampai tawuran. Hal itu kembali terjadi, diharapkan kepada aparat kepolisian untuk memberikan penyuluhan kepada siswa di sejumlah sekolah di Kecamatan Warunggunung. “Ini sangat membahayakan selain para siswa juga pengendara lainnya. Sebab kejadian itu terjadi di ruas jalan yang banyak pengendara melintas,” pungkasnya.(mulyana)
