SATELITNEWS.COM, LEBAK—Peralihan cuaca dari kemarau ke musim hujan berpotensi menimbulkan bencana alam. Kabupaten Lebak salah satu wilayah yang rawan bencana. Oleh karenanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta warga untuk mewaspadai pontensi terdebut.
“Bulan Oktober 2023 berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merupakan puncak musim kemarau. Artinya ini bisa menjadi peralihan cuaca dari kemarau ke musim penghujan. Karena Lebak ini daerah rawan bencana saya harap masyarakat untuk mewaspadai potensi tersebut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Rabu (4/10/2023).
Saat ini wilayah di seluruh Indonesia masih mengalami musim kemarau yang berdampak pada kekeringan dan mengakibatkan banyak petani gagal panen. Febby menjelaskan, diprediksi pada pertengahan dan akhir Oktober seringkali terjadi bencana khususnya pada peralihan tahun.
“Yang perlu diantisipasi ke depan ini, musim peralihan. Karena di pertengahan dan akhir Oktober ini biasanya pada musim peralihan ada angin kencang. Itu yang perlu diwaspadai masyarakat,” ujarnya.
Saat ini Kabupaten Lebak merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak kekeringan di Banten. Dari data BPBD Lebak ada 20 kecamatan dan 92 desa terdampak kekeringan. Selain kekeringan, bencana alam juga sering terjadi di Lebak, seperti angin kencang, longsor dan banjir. Karena Lebak merupakan wilayah yang memiliki dua sungai besar yakni Sungai Ciberang dan Ciujung.
Diungkapkan Febby, dalam mengantisipasi hal tersebut BPBD Lebak melalui relawan di 28 kecamatan sering menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait dengan informasi cuaca. “Kami sudah menyampaikan melalui progres prakiraan cuaca yang kemudian untuk disampaikan kepada masyarakat agar mewaspadai bencana yang terjadi,” tandasnya.
Baca Juga: Bantu Wilayah Terdampak Kekeringan, PMI Banten Salurkan 840 Ribu Liter Air Bersih
Imbauan agar mewaspadai dampak peralihan cuaca juga terus dilakukan Camat Gunungkencana, Firman Arif. Gunungkencana yang merupakan salah satu kecamatan yang kerap diterpa angin kencang dirinya terus melakukan imbauan dan monitoring kepada warga. “Mitigasi bencana terus kita lakukan sebagai langkah untuk mengantisipasinhal yang tidak diinginkan akibat bencana tersebut,” kata singkatnya.(mulyana)
























