SATELITNEWS.COM, SERANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, mensosialisasikan pentingnya asupan pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) kepada 90 anak usia PAUD dan para orang tua di Kampung Suarna, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Minggu (15/10/2023).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Banten Ceria, bagian dari Relawan Banten, yang bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten dan PT Jamkrida (Perseroda).
Ketua Pokja III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga, Nining Nurmaningsih mengatakan, konsumsi pangan B2SA ini harus kita gerakkan, mulai dari tingkat keluarga,sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.
Hal dasar yang harus diperhatikan, lanjut Nining, sebagai orang tua harus melengkapi isi piring anak-anak dalam konsumsi pangan. Tidak hanya nasi, sebagai karbohidrat yang di konsumsi, isi piring anak harus lengkap seperti makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan.
“Hal mendasar yang harus kita biasakan yaitu memperhatikan isi piring yang lengkap sebagai upaya pencegahan stunting melalui peran orang tua dalam stimulasi tumbuh kembang anak melalui proses pemberian makan dengan menu gizi seimbang,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AKKB Provinsi Banten Erminiwatia, sesuai dengan program prioritas pemerintah dalam mencapai target prevalansi stunting, Pemprov Banten terus berupaya bagaimana pencegahan dan penanganan stunting harus langsung turun ke bawah dan melakukan langkah-langkah konkret.
“Pemprov Banten, saat ini sedang menggiatkan ekspedisi reformasi birokrasi berdampak yang salah satunya melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanganan stunting mulai dari tingkat rumah tangga, desa, kelurahan, Kabupaten Kota, hingga ke tingkat Provinsi,” ungkapnya.
Di lokasi yang sama, Lulu Jamaludin mengatakan Komunitas Banten Ceria menggelar kegiatan ini dalam rangka meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Provinsi Banten dengan lokus utamanya Pencegahan stunting dan perundungan terhadap anak.
Hal itu menurut lulu sangat penting dilakukan untuk membentuk generasi masyarakat Banten tumbuh dan berkembang serta mampu berkompetisi di tingkat global.
“Target sasarannya anak-anak dan orang tua. Selain sosialisasi, kita terapkan konsumsi telur rebus dan susu,” katanya.
“Kolaborasi upaya pencegahan stunting juga dilakukan dengan PT. Jamkrida Banten. Kita membagikan paket sembako berupa beras, susu UHT, susu bubuk, telur, kacang hijau, biskuit dan minyak sayur,” sambungnya. (luthfi)
























