SATELITNEWS.COM, LEBAK—Hari pertama pemberlakuan sistem pembayaran parkir non tunai masuk Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak masih diwarnai sedikit kebingungan pemilik kendaraan. Tak sedikit dari mereka yang harus dipandu petugas jaga untuk mengambil karcis atau melakukan tab ke mesin parkir. Upaya penataan pasar diharapkan masyarakat bisa terus beradaptasi atas kebijakan tersebut.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Agus Nugraha tak menampik pada di hari pertama sistem pembayaran parkir secara non tunai, banyak pengendara yang masih harus dipandu oleh petugas untuk mengambil karcis dan saat membayar. “Karena sudah mulai diterapkan, kami berharap pengunjung bisa terus beradaptasi. Kepada pengunjung yang sudah punya kartu bisa digunakan untuk membayar,” kata Agus Nugraha, Rabu (1/11/2023).
Namun demikian kata Agus, masyarakat yang belum memiliki kartu uang elektronik atau e-money masih tetap bisa membayar tarif parkir secara tunai di pintu keluar. “Untuk sekarang sambil terus kami sosialisasikan, petugas akan membantu masyarakat yang belum memiliki kartu atau membayar secara tunai,” ujarnya.
Agus mengungkapkan, tujuan diberlakukannya sistem parkir non tunai ini agar tidak lagi dugaan kebocoran pada retribusi parkir. Maka, dengan adanya kebijakan ini bisa mencegah hal tersebut dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. “Termasuk tujuannya adalah meningkatkan pendapatan daerah dari retribusi sektor tersebut yang belum maksimal ketika masih menggunakan sistem tunai,” tutur dia.
Terkait dengan permasalahan dan kendala dalam penerapan sistem non tunai, Agus menyebut hal itu pasti akan dievaluasi oleh pemerintah daerah dengan PT Securindo Packatama Indonesia (SPI) selaku pihak yang ditunjuk sebagai pengelola. “Soal dampaknya semisal macet kemudian bagaimana kondisi di pintu masuk keluar, itu sudah kita prediksi, dan pasti dilakukan evaluasi agar lebih baik,” imbuhnya.
Mono warga Rangkasbitung, menyambut baik adanya kebijakan tersebut. Walaupun dirinya masih harus adaptasi dengan parkir non tunai. Namun kebijakan tersebut menurutnya cukup efisien. “Kita tahu sebelum diberlakukan parkir non tunai banyak masyarakat yang mengeluhkan retrebusi parkir di Pasar Rangkasbitung. Pasalnya, pengendara roda empat khususnya mereka sering mengeluh lantaran harus membayar dua kali kepada petugas parkir,” kata Mono.
“Kebijakan ini saya kira cukup bagus, tetapi dilapangan masih banyak pengendara yang belum memahami. Maka sosialisasi harus lebih dilakukan secara masif agar pengendara atau pengunjung tak lagi mengalami kesulitan saat masuk,” imbuhnya.(mulyana)