SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Inter Milan meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Frosinone. Hasil ini membawa Nerazzurri ke puncak klasemen Serie A.
Inter vs Frosinone menjadi laga penutup pada giornata ke-12 Liga Italia. Pertandingan digelar di Giuseppe Meazza, Senin (13/11/2023) dini hari WIB.
Peluang didapat Inter pada menit kesebelas. Bola sontekan Marcus Thuram dari jarak dekat masih belum menemui sasaran.
Thuram kembali mengancam lima menit berselang. Kali ini bola sepakan kaki kanannya bisa ditepis keluar Stefano Turati.
Lautaro Martinez nyatis mencetak gol pada menit ke-19. Bola tembakan first-time darinya diblok keluar Turati dan hanya berbuah sepak pojok.
Inter memecah kebuntuan pada menit ke-42. Federico Dimarco mencatatkan namanya di papan skor.
Dimarco mencetak gol spektakuler lewat bola tembakan jarak jauh di dekat garis tengah lapangan. Bola melambung melewati jangkauan Turati dan masuk ke gawang, sekaligus membawa Inter unggul 1-0 hingga turun minum.
Inter mendapat hadiah titik putih dua menit babak kedua berjalan. Thuram dijatuhkan bek Frosinone, Ilario Monterisi, di kotak terlarang. Hakan Calhanoglu maju sebagai eksekutor dan sukses menjebol gawang Frosinone dari sepakan 12 pas. Nerazzurri menjauh 2-0.
Inter tak mengendurkan serangan usai gol keduanya. Bola tandukan Denzel Dumfries pada menit ke-51 masih meleset dari gawang. Frosinone balik mengancam enam menit berselang. Bola tembakan on target Cheddira membentur tiang gawang Inter.
Tim tamu kembali membuat peluang pada menit ke-64. Percobaan kaki kiri Riccardo Marchizza dapat dimentahkan kiper Inter, Yann Sommer. Frosinone gagal mencetak gol hingga wasit meniup pluit panjang. Pertandingan berakhir untuk kemenangan Inter 2-0.
Kemenangan ini membawa Inter ke puncak klasemen Liga Italia dengan 31 poin. Frosinone tertahan di posisi 12 dengan 15 poin.
Dalam laga tersebut, Federico Dimarco membetot perhatian ketika bikin gol saat Inter Milan mengalahkan Frosinone. Sebab golnya memang tidak biasa.
Dimarco membuka kemenangan Inter lewat cara yang tak biasa ketika dia menendang bola dari jarak 56 meter atau tak jauh dari garis tengah lapangan. Bola meluncur deras ke pojok atas gawang tanpa bisa dijangkau kiper Frosinone Stefano Turati.
Gol yang membuat publik Meazza bergemuruh dan Dimarco merayakan gol itu, seakan tak percaya upayanya berhasil. Terkait gol tersebut, Dimarco memang awalnya tidak berniat untuk melakukannya karena ingin mengoper ke Denzel Dumfries di sisi kanan.
“Awalnya saya melihat Denzel di sisi kanan, tapi melihat kiper sepertinya maju, maka saya memutuskan langsung menendangnya. Syukurlah gol, jika tidak mungkin saya akan dicemooh seisi stadion!,” ujar Dimarco kepada DAZN.
“Ini mungkin salah satu gol terbaik saya. Saya tidak memulai laga dengan baik dan membuat beberapa kesalahan, tapi yang penting adalah kami mendapat tiga poin dan tetap di puncak.”
Gol ini membuat Dimarco sudah terlibat dalam hadirnya enam gol di Serie A musim ini, dua gol dan empat assist. Catatan yang cuma bisa dikalahkan duo bek Bayer Leverkusen Alejandro Grimaldo dan Jeremie Frimpong, serta bek Paris Saint-Germain Achraf Hakimi.
Opta juga mencatat gol Dimarco (56 meter) cuma kalah jauh dari Facundo Roncaglia di laga Fiorentina vs Napoli Januari 2013 dan Christian Biraghi pada Verona vs Fiorentina Februari 2023. (dm)