SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Sebanyak 5 ribu penerangan jalan umum (PJU) tidak berfungsi atau mengalami kerusakan di Kota Tangerang Selatan. Sebagian diantaranya telah diperbaiki atau diganti. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang PJU Dinas Perhubungan Tangsel Ali Akbar.
“Sampai 2023 yang rusak kisaran 5000-an dari 51.000. Itu 10 persennya. Itu rusaknya karena garansinya sudah lewat. Jadi yang diganti sekitar 3.500lah. Masih ada yang belum diganti karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Kata dia, untuk kerusakan lampu yang tidak menyala secara stabil itu disebabkan karena faktor alam. Selain itu, masa lampunya sudah lebih dari tiga sampai empat tahun. Rata-rata, kata dia, garansi lampu PJU empat sampai lima tahun. Kemungkinan lainnya adalah rusaknya jaringan kabel.
“Itu karena terkena petir, kemudian masa lampunya sudah lebih dari 3 atau 4 tahun. Rata-rata lampunya itu garansi 3 sampai 4 tahun. Kemudian kemungkinan besar jaringan kabel. Kabelnya terkena layangan. Saya tidak tahu jumlahnya. Tapi yang rusak rata-rata 10 persen dari yang sudah terpasang,” bebernya.
Ia menyebutkan, Dishub Kota Tangsel setiap pekannya melakukan pemeliharaan terhadap 3.500 titik PJU. Pagu jumlah tersebut jika dibagi 54 kelurahan maka rata-rata satu wilayah sekitar 300 PJU.
“Jadi kalau dibagi ke RW satu RW hanya kebagian enam. Sedangkan kita yang ganti sekitar 3.500. Jadi masih ada yang kurang karena anggaran terbatas,” ucapnya.
Baca Juga: Dindikbud Tangsel Buka Ruang Kompromi, Dishub Kaji Amdal Lalin SMPN 25
Sementara itu Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memastikan program Tangsel Terang terus digencarkan. Bahkan di tahun ini, 6.500 Penerangan Jalan Umum (PJU) terpasang untuk memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat di Tangerang Selatan.
“Total tahun lalu 600 titik, dilanjutkan dari anggaran murni 2023 ini sebanyak 6.500 titik. Dimana sudah terpasang 6.300 tinggal 200 titik lagi,” ucap Benyamin saat meninjau pembangunan PJU di Gang Arab, RT/RW 01/08 Serpong.
Dengan rincian di wilayah Serpong, Serpong Utara, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang dan Setu, masing-masing sebanyak 928 PJU, dan di Pondok Aren sebanyak 932 PJU sehingga total sebanyak 6.500 PJU.
Bahkan tahun depan Benyamin menargetkan sebanyak 10 ribu PJU dalam program Tangsel Terang.
“Usulan titiknya menyebar, dari mulai lurah dan seterusnya. Target saya ya 10 ribu kalau mencukupi. Kalau tidak, kita tambah lagi di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Hal ini penting kata Benyamin, dalam menekan angka kriminalitas dan membuat gang di sekitar perumahan menjadi terang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih luas.
Baca Juga: Dishub Tangsel Siapkan Sanksi Gembos Pentil untuk Parkir Liar di Trotoar
“Jadi model PJU ini untuk di pemukiman penduduk aja, tingginya 4 meter, kedalamnya setengah meter kemudian diameter tiangnya hanya beberap centi aja dan lampunya LED dengan garansi 3 tahun supaya mudah pemeliharaannya. Dan pajaknya juga ditanggung APBD, jadi masyarakat tidak dikenakan biaya apapun,” terangnya.
Disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Chaerudin, bahwa Tangsel Terang merupakan wujud komitmen dari Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan dalam memastikan kampung-kampung ataupun pemukiman di Tangerang Selatan warga menjadi terang.
“Di tahun 2022, Pak Wali telah memerintahkan untuk menerangi pemukiman warga alhamdulilah dapat 600 titik. Dan sekarang kami diberikan 6.500 di Dinas Perhubungan, sudah hampir terpasang semua,” ucapnya. (eko)























