SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Menggali potensi memang dibutuhkan keseriusan dan keinginan yang kuat, baik potensi wisata, pertanian dan potensi lainnya. Seperti di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Hanya dalam waktu kurang dari setahun, lahan seluas 2,7 Ha di kawasan setempat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mendirikan Mina Agrowisata Bukit Sinyonya. Dengan mengembangkan 12 sektor aksi wisata diantaranya, Camping Ground, Pemancingan, Track Sepeda, Kerajinan Tangan dan lainnya.
Kepala Desa (Kades) Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Wahyu Kusnadihardja mengatakan, pengelolaan kawasan wisata itu memberdayakan para pemuda setempat.
“Pendirian ini peran aparatur Desa, Pokdarwis, dan komponen serta masyarakat sekitar,” kata Wahyu, Selasa (5/12/2023).
“Ini tempat kami, karena ini bukan tepat saya. Terdiri dari Pemerintah Desa, Badan Usaha Milik Desa, Pengurus Desa Wisata dan Kelompok Sadar Wisata,” tambahnya.
“Kami juga sengaja angkat nama Sinyonya, karena Sinyonya ini merupakan ikan mas ikonik di Kabupaten Pandeglang khususnya, dan umumnya Provinsi Banten. Jangan sampai ikan Mas Sinyonya itu punah,” sambungnya.
Baca Juga: Lestarikan Laut Dan Budaya Melalui Tasyakuran Ruwat Laut Carita 2026
Lebih lanjut, Kades Wahyu mengungkapkan, dalam mendirikan Mina Agrowisata ini berjalan alot dalam kerjasama lahannya. Bagaimana caranya, melobi pemilik lahan itu yang sangat luar biasa.
“Selain punya masyarakat, lahan area wisata ini juga sebagian ada yang milik investor asal Jakarta atau diluar Banten,” pungkasnya.
Bentuk investasinya menggunakan perjanjian kerjasama BUMDes dengan pihak ketiga. Di dalam surat perjanjian kerjasamanya yaitu selama 10 tahun, dan dapat diperpanjang kembali apabila diperlukan.
Selanjutnya, garis besar didirikannya lokasi wisata tersebut yaitu bagaimana masyarakat sekitar mandiri dan berkembang secara ekonomi.
Diketahui, saat ini yang dikembangkan yaitu perikanan (Ikan Mas Sinyonya), anyaman pandan, kopi (tinggal 9 ha dari sebelumnya 81 ha) Kopi Puhu.
Diketahui, tracking sepeda, start dan finish dari Bukit Sinyonya, keliling perkampungan. istirahat di pos kerajinan pandan, di perkebunan pepaya kalifornia 3 ha. camping ground, wedding, outing, pemancingan.
Baca Juga: Fantastis, Anggaran Revitalisasi Situ Cikedal Mencapai Rp9,7 Miliar
Lokasi tersebut, di launching per tanggal 5 Desember 2023, sekaligus menetapkan Kampung Reforma Agraria, Desa Wisata Digital. (mardiana)
