SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Sejumlah langkah antisipasi dalam menghadapi libur perayaan Hari Natal 2023 dan Tahun Baru (Nataru) 2024, sudah disiapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik. Diantaranya pengecekan kelayakan bus dan bakal menyiapkan sejumlah petugas di titik kemacetan.
“Seperti yang sudah kita lakukan setiap tahunnya, dalam rangka menghadapi Natal dan Tahun Baru ini, kami sudah mempersiapkan dengan optimal. Mudah-mudahan dalam pelaksanaannya nanti, dua minggu menjelang akhir tahun, kita sudah siap menempatkan petugas-petugas di titik-titik yang rawan terhadap kemacetan. Sehingga bisa memperlancar kendaraan yang akan mudik melaksanakan natal dan tahun baru di daerahnya masing-masing,” ujar Taufik kepada satelitnewa.com.
Lanjut Taufik, nantinya juga akan ada pos pemantauan di Citra Raya dan Gading Serpong, serta tempat-tempat lainnya. Terutama tempat-tempat keramaian.
“Kemudian di ruas-ruas jalan yang padat kendaraan, kita tempatkan petugas-petugas lapangan di tempat tersebut. Tentunya melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain seperti Satpol PP, maupun OPD terkait lainnya,” tandasnya.
Dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru, Taufik juga mengimbau masyarakat yang akan menggunakan kendaraan bus untuk pulang ke daerah asalnya masing-masing untuk merayakan Nataru, untuk memastikan barang bawaan dan kondisi rumah terkunci saat ditinggal pergi.
“Kami juga meminta kepada pengusaha PO Bus, agar melakukan pembinaan terhadap para sopir dan kenek. Jangan sampai kondisi sopirnya ini mengantuk, mabok dan lain sebagainya. Oleh karena itu harus dilakukan pengecekan kembali,” pintanya.
Baca Juga: Warga Suarakan Kelelahan Melawan Kemacetan di Pertigaan Islamic-Lippo
“Terus terang saja, bahwa tugas Dishub, kita setiap 6 bulan melakukan ramchek terhadap PO Bus-PO Bus yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang. Tujuannya untuk menciptakan, agar kendaraan yang akan digunakan oleh masyarakat ini dalam kondisi aman dan nyaman,” terangnya.
Kemudian yang berikutnya kata Taufik, kepada masyarakat juga harus berhati-hati dan jangan sampai menumpuk di satu kendaraan umum. Apalagi jika ada yang ada yang berdiri dan sebagainya.
“Jangan memaksakan kehendak, kalau memang kondisi kendaraannya sudah tua. Jangan asal murah, tapi yang paling utama adalah keselamatan,” pungkasnya. (aditya)
























