SATELITNEWS.COM , PANDEGLANG – Guna mengoptimalkan penanganan bencana alam, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, dilatih kesiapsiagaan penanganan bencana.
Tindakan itu dilakukan, mengingat Kabupaten Pandeglang menjadi daerah rawan bencana di Provinsi Banten. Karena dari 15 jenis bencana alam, 14 diantaranya ada di Kabupaten Pandeglang.
Untuk menekan kerugian materil akibat bencana, Pemkab melakukan mitigasi bencana alam dengan semua instansi terkait, sebagai langkah preventif.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengakui, jika Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu daerah rawan bencana di Banten.
Oleh karena itu, semu personel penanggulangan bencana harus terus diberikan bimbingan dan pemahaman mengenai kebencanaan.
“Pandeglang adalah daerah yang terbilang rawan bencana baik longsor, banjir, gempa ataupun ancaman lainnya yang dapat ditimbulkan oleh gejala alam saat ini. Oleh karena itu, mitigasi bencana harus dilakukan karena bencana bisa terjadi kapan saja,” tambahnya.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Mulai Melanda, KSB Banten Sebut 3 Kabupaten Terdampak Paling Besar
Fahmi mengaku, pihaknya sudah membuat beberapa skema penanganan apabila terjadi bencana seperti banjir, longsor, kekeringan, dan bencana alam lainnya di Pandeglang.
“Kesiapsiagaan terus kami lakukan diantaranya melakukan mitigasi, personil reaksi cepat juga sudah kami siapkan untuk mengantisipasi terjadinya bencana,” ujarnya.
Selain dari kesiapan personel, salah satu kesiapsiagaan Pemda Pandeglang dalam mengantisipasi bencana juga dengan mengisi kekosongan jabatan kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang yang ditinggal mati Atang Suhana.
“Pelaksana tugasnya (Plt) di BPBDPK sudah kita tetapkan yaitu Kepala PUPR Asep Rahmat, Asep dinilai mampu karena pernah menduduki jabatan sebagai Kepala BPBDPK,” terangnya.
Plt Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat mengatakan, pihaknya akan selalu mengoptimalkan penanganan bencana alam di semua wilayah Pandeglang. Tindakan itu harus dilakukan untuk meminimalisir kerugian materi akibat bencana yang terjadi.
“Maka dari itu, kita terus mengoptimalkan semua personel agar tanggap dalam melakukan penanganan bencana alam yang terjadi. Sarana dan prasarana penunjang penanganan bencana alam juga kita terus maksimalkan,” imbuhnya. (*/redaksi)
Baca Juga: Cuaca Membaik, Banjir di Pandeglang Berangsur Surut, Aktivitas Masyarakat Kembali Normal
























