SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) DAOP 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko angkat suara perihal keluhan para warga sekitar Stasiun Serpong, Tangsel yang merasa dirugikan dengan adanya pemasangan pagar. Pasalnya, semenjak pihak PT KAI melakukan pemagaran, warga yang memiliki usaha parkir kini omzetnya turun drastis.
Ixfan mengatakan, tidak ada permasalahan apapun terkait pemasangan pagar. Dirinya menyebut PT KAI sudah memberikan akses khusus bagi pengguna jasa. Kata dia, semua itu dilakukan untuk meningkatkan fasilitas yang ada. Ia menambahkan, pihaknya pun telah mempertimbangkan mulai dari keamanan sampai kenyamanan.
“PT KAI dalam melakukan pengembangan dan penataan sesuai koridor dan batasan yang berlaku, semua yang dilakukan semata mata untuk meningkatkan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan. Pemagaran pun tidak sampai ditutup total masih ada jalur pedestrian untuk lewat warga sekitar yang dulunya kurang bagus saat ini sudah diaspal dan bisa dilewati bukan hanya pejalan kaki tapi sepeda motor juga bisa,” ungkapnya.
“Kami memahami khusunya pada warga yang kepentingannya terganggu dan kami mohon maaf,” sambung dia.
Diketahui, sujumlah pengusaha parkir kendaraan sepeda motor di kawasan Stasiun Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluh penghasilannya menurun drastis. Penurunan itu diduga disebabkan adanya pemasangan pagar oleh PT KAI. Sehingga, para pelaku parkir lebih memilih tempat penitipan yang lebih dekat.
Dampak tersebut dirasakan Nana Sumarsana (59), usaha turun temurun dari keluarganya ini disebut mati pasca adanya pemasangan pagar. Ia pun telah mencoba berbagai cara agar masalah tersebut ada jalan keluar. Mulai dari protes dan memberikan sejumlah uang kepada Kepala Stasiun.
Baca Juga: Stasiun Serpong Macet, Ini Langkah Dishub Tangerang Selatan
Kepala Stasiun Serpong berinisial W ini meminta uang agar semangat untuk mengusahakan membantu buka jalan di pagar tersebut. Namun, setelah dua kali penyetoran dengan total Rp 4.000.000 akses jalan pun tidak diberikan.
Adanya dugaan tindak suap itupun disesalkan Ixfan. Kata Ixfan, hal tersebut tentu bertentangan dengan aturan yang berlaku. “Kami menyesalkan adanya dugaan tindakan indisipliner tersebut karena tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan,” ucapnya.
Kata Ixfan, pihak PT KAI dengan tegas tidak akan memberikan tolelansi atas pelanggaran yang dilakukan oleh jajarannya. Pihaknya pun mengaku telah mengambil langkah tegas atas kejadian ini.
“Kami tidak akan memberikan toleransi apapun terhadap pegawai yang terbukti melakukan tindakan indisipliner. Jika Oknum pegawai tersebut terbukti terlibat maka akan dilakukan tindakan proses administrasi kepegawaiannya secara tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ixfan menyebut dalam aturannya sudah jelas tertera jika penerimaan atau pemberian suap tidak diperbolehkan dan dibenarkan secara aturan.
“KAI selalu berkomitmen menerapkan Good Corporate Governance serta menjunjung tinggi nilai akhlak. Sehingga tindakan-tindakan penyuapan ataupun tindak pidana korupsi tidak terjadi di lingkungan Perusahaan,” ujarnya.
Baca Juga: KAI Ambil Alih 7 Perlintasan Tanpa Palang di Lebak
Bahkan, kata Ixfan, atas adanya laporan tersebut pihaknya telah mengambil langkah dengan memutasi oknum yang diduga menerima suap. Pihaknya juga kini telah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap W.
“Kalau yang bersangkutan sudah dimutasi dan dilakukukan pemeriksaan, jika terbukti PT KAI tidak akan mentolelir dan akan diberikan sangsi sesuai aturan yang berlaku,” sebutnya. (eko)SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) DAOP 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko angkat suara perihal keluhan para warga sekitar Stasiun Serpong, Tangsel yang merasa dirugikan dengan adanya pemasangan pagar. Pasalnya, semenjak pihak PT KAI melakukan pemagaran, warga yang memiliki usaha parkir kini omzetnya turun drastis.
Ixfan mengatakan, tidak ada permasalahan apapun terkait pemasangan pagar. Dirinya menyebut PT KAI sudah memberikan akses khusus bagi pengguna jasa. Kata dia, semua itu dilakukan untuk meningkatkan fasilitas yang ada. Ia menambahkan, pihaknya pun telah mempertimbangkan mulai dari keamanan sampai kenyamanan.
“PT KAI dalam melakukan pengembangan dan penataan sesuai koridor dan batasan yang berlaku, semua yang dilakukan semata mata untuk meningkatkan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan. Pemagaran pun tidak sampai ditutup total masih ada jalur pedestrian untuk lewat warga sekitar yang dulunya kurang bagus saat ini sudah diaspal dan bisa dilewati bukan hanya pejalan kaki tapi sepeda motor juga bisa,” ungkapnya.
“Kami memahami khusunya pada warga yang kepentingannya terganggu dan kami mohon maaf,” sambung dia.
Diketahui, sujumlah pengusaha parkir kendaraan sepeda motor di kawasan Stasiun Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluh penghasilannya menurun drastis. Penurunan itu diduga disebabkan adanya pemasangan pagar oleh PT KAI. Sehingga, para pelaku parkir lebih memilih tempat penitipan yang lebih dekat.
Dampak tersebut dirasakan Nana Sumarsana (59), usaha turun temurun dari keluarganya ini disebut mati pasca adanya pemasangan pagar. Ia pun telah mencoba berbagai cara agar masalah tersebut ada jalan keluar. Mulai dari protes dan memberikan sejumlah uang kepada Kepala Stasiun.
Kepala Stasiun Serpong berinisial W ini meminta uang agar semangat untuk mengusahakan membantu buka jalan di pagar tersebut. Namun, setelah dua kali penyetoran dengan total Rp 4.000.000 akses jalan pun tidak diberikan.
Adanya dugaan tindak suap itupun disesalkan Ixfan. Kata Ixfan, hal tersebut tentu bertentangan dengan aturan yang berlaku. “Kami menyesalkan adanya dugaan tindakan indisipliner tersebut karena tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan,” ucapnya.
Kata Ixfan, pihak PT KAI dengan tegas tidak akan memberikan tolelansi atas pelanggaran yang dilakukan oleh jajarannya. Pihaknya pun mengaku telah mengambil langkah tegas atas kejadian ini.
“Kami tidak akan memberikan toleransi apapun terhadap pegawai yang terbukti melakukan tindakan indisipliner. Jika Oknum pegawai tersebut terbukti terlibat maka akan dilakukan tindakan proses administrasi kepegawaiannya secara tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ixfan menyebut dalam aturannya sudah jelas tertera jika penerimaan atau pemberian suap tidak diperbolehkan dan dibenarkan secara aturan.
“KAI selalu berkomitmen menerapkan Good Corporate Governance serta menjunjung tinggi nilai akhlak. Sehingga tindakan-tindakan penyuapan ataupun tindak pidana korupsi tidak terjadi di lingkungan Perusahaan,” ujarnya.
Bahkan, kata Ixfan, atas adanya laporan tersebut pihaknya telah mengambil langkah dengan memutasi oknum yang diduga menerima suap. Pihaknya juga kini telah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap W.
“Kalau yang bersangkutan sudah dimutasi dan dilakukukan pemeriksaan, jika terbukti PT KAI tidak akan mentolelir dan akan diberikan sangsi sesuai aturan yang berlaku,” sebutnya. (eko)
























