SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan langkah cepat untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Stasiun Serpong. Penebalan personel pengatur lalu lintas menjadi salah satu solusi jangka pendek yang akan dilakukan, terutama pada jam sibuk.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Tangsel, Achmad Arofah mengatakan kepadatan di kawasan tersebut tidak terlepas dari tingginya aktivitas masyarakat menuju dan meninggalkan Stasiun Serpong. Simpul kemacetan terjadi pada pukul 06.00-08.00 WIB, sedangkan jam sore terjadi pada pukul 16.00-17.00 WIB.
“Penyebab kemacetan di pasar Serpong utamanya adalah arus penumpang ke dan dari Stasiun pada jam sibuk,” ujar Achmad saat dikonfirmasi, Selasa (11/8).
Berdasarkan data Dishub, rata-rata penumpang yang menggunakan Stasiun Serpong mencapai sekitar 6.800 orang per hari. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap kepadatan lalu lintas, terlebih ketika arus kendaraan bersinggungan dengan aktivitas keluar-masuk stasiun.
Di sisi lain, frekuensi perjalanan kereta yang cukup rapat juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi lalu lintas di sekitar kawasan tersebut. Dalam sehari, jarak waktu kedatangan KRL di kedua arah berkisar lima hingga tujuh menit.
“Menurut data kami rata-rata penumpang/hari yang naik di Stasiun Serpong adalah 6.800 plug and play. Headway antar KRL di dua arah 5-7 menit dengan interval palang pintu kereta rata-rata 3 menit sekali turun dan naiknya,” ungkapnya.
Baca Juga: Tangsel Otozone 2026 Resmi Dibuka, Ada Promo Mobil dan Diskon Pajak hingga 18 Oktober
Selain aktivitas penumpang kereta, keberadaan angkutan kota (angkot) yang berhenti menunggu penumpang juga menjadi perhatian Dishub. Angkot yang mengetem di sembarang lokasi mempersempit ruang gerak kendaraan dan memperparah antrean.
Achmad mengatakan, pihaknya telah memberikan teguran serta memanggil timer angkot roda niaga jurusan Muncul-Kalideres yang kerap mengetem untuk menunggu penumpang. Mereka diminta memindahkan aktivitas menunggu penumpang ke lokasi yang telah ditentukan agar tidak mengganggu arus kendaraan.
“Untuk angkot memang kita sudah telah melakukan teguran dan panggilan kepada timer angkot roda niaga jurusan Muncul – Kalideres yg kerap ngetem menunggu penumpang. Agar memindahkan ke lokasi yang telah ditentukan,” paparnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan dalam waktu dekat, Dishub akan memperkuat pengaturan lalu lintas dengan menambah personel di titik-titik yang dianggap rawan.
“Solusi jangka pendek kita adalah akan pertebal lagi personel pengaturan lalu lintas, agar tidak ada lagi penghambat lalu lintas kita dorong angkot yang menurunkan penumpang di pintu stasiun dan kendaraan-kendaraan pribadi yang crosing masuk dan keluar ke stasiun,” ungkapnya.
Menurut Achmad, pengawasan di kawasan Pasar Serpong juga akan terus dilakukan. Dishub secara berkala memantau sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi simpul kemacetan sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kepadatan semakin parah.
Baca Juga: Polisi Temukan Tempat Penyimpanan Miras di Lokasi Ledakan Pasar Cimanggis
Untuk diketahui, kemacetan di wilayah tersebut memang bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, kemacetan serupa kerap terjadi akibat adanya aktivitas jual beli pedagang kaki lima (PKL) di bahu jalan. Namun, kini PKL telah ditertibkan tetapi kemacetan tetap terus datang.
“Kemacetan sekarang itu pagi jam kerja dan sore. Waktu itu karena PKL yang makan jalanan jadi menyempit menghambat kendaraan. Tetapi sekarang tetap macet penyebabnya karena angkot banyak yang ngetem apalagi kendaraan roda dua berhenti di dua sisi jalan saat palang kereta turun,” sebut Samlawi, salah satu warga Serpong saat dimintai keterangan. (eko)

















