SATELITNEWS.COM, LEBAK–Sekelompok remaja dengan senjata tajam (sajam) diduga melakukan aksi penyerangan terhadap SMPN 7 Rangkasbitung, Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Belum diketahui siapa pelaku dan motif penyerangan, namun saat kasus itu sudah ditangani kepolisian.
Dari video berdurasi 35 detik yang terekam CCTV milik sekolah tersebut, nampak tiga orang remaja menggunakan sepeda motor, dua orang masuk ke halaman sekolah dengan sajam yang dibawanya, sementara satu orang lainnya menunggu di motor.
Tidak terlihat adanya aksi tawuran, namun sempat dua remaja tersebut mengacung-acungkan sajam yang dibawanya. Tak berselang lama, remaja tersebut keluar sambil menunggangi motor dan sudah ditunggu temannya tersebut.
Hendro, Kepala Sekolah SMPN 7 Rangkasbitung saat ditemui sekolahnya membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia juga belum mengetahui apa motif di balik aksi remaja yang membawa sajam masuk ke tempat kerjanya itu.
“Tiba-tiba saja pukul 11.00 WIB kemarin, tiga orang remaja yang dikenal. Bawa senjata tajam ke lingkungan kami, mengancam di halaman depan, tetapi kita sudah lapor ke pihak berwajib ke Kepolisian,” kata Hendro, Jumat (5/1/2023).
Tidak ada korban jiwa maupun luka pasca kejadian tersebut, namun Hendro mengimbau kepada siswa dan dewan guru untuk selalu waspada dan tetap berhati-hati.
Baca Juga: Bersalah Suap Pejabat Bea Cukai Rp 63,5 M, Bos BR Cargo Dihukum 2 Tahun Penjara
“Kami sudah mengimbau kepada anak-anak agar tetap berhati-hati. Kalo pulang, langsung pulang ke rumah enggak mampir-mampir dulu,” ujarnya.
Polisi yang mendapati laporan adanya aksi dugaan penyerangan terhadap SMPN 7 Rangkasbitung tersebut, langsung mendatanginya dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasilnya, petugas mengamankan barang bukti satu sajam berukuran panjang yang diduga tertinggal oleh kelompok remaja tersebut.
“Jadi hendak melakukan penyerangan, namun gagal dan dua remaja itu balik lagi,” kata Kanit Reskrim Polsek Rangkasbitung Ipda Herman.
Ditambahkannya, dalam kejadian tersebut Herman menuturkan pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku penyerangan tersebut.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, tidak ada korban luka. Kami hanya mengaman sajam saja , yang ada di sekolah,” tandasnya.(mulyana)
Baca Juga: Warga Bogor Tewas Tergantung di Tambang Pasir Lebak
























