SATELITNEWS.COM, SEPATAN TIMUR – Usai seorang balita tewas terpatuk ular Cobra, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melakukan pencarian sarang ular cobra di wilayah Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Rabu (24/1). Hal ini merupakan upaya pencegahan agar tidak ada lagi warga yang dipatuk ular Cobra.
Komandan Pos BPBD Sepatan, Basri mengatakan, dilakukannya kegiatan pencarian sarang ular Cobra, untuk mengantisipasi kejadian warga dipatuk ular tidak terulang kembali. Pasalnya, berdasarkan informasi warga Gempol Sari, ular yang mematuk balita hingga tewas, terdiri dari dua ekor. Namun hanya satu yang berhasil ditangkap.
“Kita lakukan penyisiran di tempat yang berpotensi jadi habitat ular Cobra. Karena, awalnya ular yang menewaskan balita itu memang ada dua. Namun yang satu berhasil kabur,” kata Basri kepada Satelit News, Rabu (24/1).
Selain melakukan penyisiran sarang ular, pihaknya yang dibantu masyarakat sekitar juga melakukan pembersihan sampah-sampah di sekitar pemukiman warga. Selain itu, pihaknya juga melakukan penyebaran bubuk kapur barus di sekitar area rumah warga, agar tidak ada lagi ular berbisa yang masuk ke rumah warga.
“Kita bersihkan, tumpukan-tumpukan sampah dan menaburkan kamper atau kapur barus, karena bau dari kamper tidak disukai ular,” katanya.
Meskipun sudah dilakukan pencarian bersama warga, sayangnya sarang ular cobra tidak dapat ditemukan. Dia juga mengimbau kepada masyarakat, agar selalu waspada terhadap hewan-hewan berbisa seperti ular. Apalagi ketika rumah yang ditempati dekat dengan lahan kosong.
Baca Juga: Paramount Land Dukung Gemilang KORPRI Night Run 2026, Diikuti 6.700 Peserta
“Memang tidak berhasil ditemukan, tetapi kita sudah melakukan pencegahan, agar ular tidak masuk ke rumah,” tukasnya.
Sementara itu, warga Kampung Gempol Sari, Desa Gempol Sari, Muhimin menambahkan, kegiatan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat. Dia juga berharap agar kegiatan tersebut selalu dilakukan setiap minggu.
“Supaya tidak ada ular lagi yang masuk ke rumah warga,” harapnya. (alfian/aditya)





















