SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Sejumlah nelayan Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, meminta Pemerintah Provinsi Banten agar segera mengatasi pendangkalan di kawasan dermaga Teluk Labuan, Desa Teluk, Kecamatan Labuan.
Hal itu karena, sejak sekira sepuluh tahun terakhir tidak ada perawatan di lokasi tersebut, dan menyebabkan kawasan Teluk dangkal dan mengancam keselamatan perahu nelayan yang akan bersandar di lokasi tersebut.
Daslan (70) nelayan Teluk Labuan, Kecamatan Labuan mengatakan, pendangkalan dikawasan tersebut terjadi sejak 2014 lalu dan belum diselesaikan hingga saat ini.
Akibat hal itu lanjutnya, beberapa perahu nelayan sempat rusak dan karam akibat membentur bebatuan.
“Udah ada enam perahu nelayan yang karam sejak terjadi pendangkalan. Kalau tidak diperbaiki, tentunya tidak menutup kemungkinan masih ada perahu yang bisa karam. Kalau memang bisa, ya sebaiknya dilakukan perawatan agar perahu nelayan aman,” kata Daslan, Sabtu (3/2/2024).
Menurutnya, pendangkalan yang terjadi akibat penumpukan pasir laut yang terbawa ombak.
Baca Juga: 9 Rumah Warga Di Panimbang Pandeglang Rusak
Seharusnya, kata dia, ada perawatan disekitar kawasan teluk labuan agar tidak terjadi pendangkalan karena berbahaya apabila perahu nelayan bersandar.
“Pendangkalan itu terjadi karena pasir laut itukan hidup, jadi enggak diam pasirnya. Makanya, nelayan sini kalau mau sandar ke dermaga harus hati-hati, kalau enggak perahu mereka bisa-bisa tenggelam karena lambung kapal menabrak karang,” tambahnya.
Daslan berharap, pemerintah bisa mengatasi persoalan itu agar tidak ada lagi perahu nelayan yang tenggelam akibat menabrak karang, karena biaya pembuatan perahu sangat mahal.
Terlebih, saat ini, kondisi perekonomian sedang tidak stabil dan para nelayan akan sangat kesulitan apabila perahu tempat mencari uang mengalami kerusakan.
“Kita sih inginnya agar Pemprov Banten bisa ngasih solusi agar pendangkalan itu bisa diatasi. Karena kalau dibiarkan semakin lama, bisa-bisa nelayan enggak bisa sandar, karena airnya dangkal. Sedangkan biaya untuk membuat satu perahu nelayan itu bisa sampai Rp160 jutaan,” ujarnya.
Ketua Kelompok Nelayan Teluk Labuan, Sofyan mengaku, telah menyampaikan kondisi tersebut kepada semua pihak terkait, mulai dari tingkat pemerintahan desa hingga Pemkab Pandeglang.
Baca Juga: LIPP Banten: Pejabat Hasil Lelang Terbuka Pemkab Pandeglang Harus Berintegritas
Namun sampai saat ini, belum ada respons. Karena selama ini, para nelayan banyak yang mengeluhkan mengenai pendangkalan.
“Kita sudah sampaikan persoalan itu, tetapi sampai saat ini belum ada jawaban. Padahal, kalau tidak segera diatasi bisa-bisa banyak perahu nelayan yang tenggelam, sejak awal 2018 sampai sekarang saja sudah ada enam perahu nelayan yang tenggelam,” akunya.
Pria yang akrab dipanggil Otang itu berharap, agar Pemprov Banten segera menyelesaikan persoalan tersebut, agar para nelayan bisa nyaman mencari ikan. Karena selama ini para nelayan kerap khawatir perahu mereka rusak akibat menabrak karang.
“Kami ingin, agar pendangkalan perairan itu bisa diatasi. Karena selama ini, para nelayan selalu merasa was-was saat mau sandar, khawatir kalau perahu mereka menabrak karang. Mudah – mudahan, keluhan kami itu bisa segera direspons, agar para nelayan bisa merasa nyaman dan tidak takut perahunya nabrak karang,” imbuhnya. (mg4)
