SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Keuangan Pemkot Tangerang tidak luput terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah berkurangnya sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang membuat pembiayaan proyek tersendat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman menyampaikan, bila pada kondisi normal, PAD Kota Tangerang dapat mencapai Rp 9 miliar per hari, namun saat ini hanya Rp 150 juta saja. “Bahkan yang biasanya sehari bisa Rp 8 sampai 9 miliar sekarang hanya 150 juta,” katanya, kemarin di Puspem.
Hal tersebut dipicu oleh imbas dari pandemi Covid-19 yang membuat berbagai sektor pendapatan lesu. Seperti tidak adanya pajak dari tempat makan, parkir hingga tempat hiburan karena berhenti beroperasi. Pihaknya pun, kata Herman, harus mencicil dalam membayar proyek kegiatan yang sudah terlaksana sejak awal tahun ini.
“Untuk kebutuhan kita bayar gaji, kebutuhan rutin, termasuk juga membayar kegiatan berjalan, kan dari januari sudah berjalan. Sama dicicil untuk kegiatan,” terangnya. Dia pun menyebut pembayaran BLT yang bersumber dari APBD juga turut kena imbasnya. “Kondisinya saat ini kas (daerah) sedang ngedrop bener,” ujarnya.
Selain itu, alasan berikutnya lantaran bantuan yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Banten dan pusat yang belum habis. “Makanya bantuan tidak bisa sekaligus dikeluarkan pertama karena ada regulasi tidak boleh dobel,” imbuhnya. Saat ini, Pemkot Tangerang telah menganggarkan Rp 123 miliar untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS). Jumlah tersebut menurun dari penganggaran sebelumnya yang mencapai Rp 144 miliar. “Untuk JPS itu Rp 123 miliar, kalau Rp 144 miliar itukan akhirnya ada pengurangan lagi. Akhirnya Rp 123 miliar karena ada recovery ekonomi dan lainnya,” jelas Herman. (irfan/made)
























