SATELITNEWS.COM, LEBAK—Harga sejumlah sayuran di Pasar Rangkasbitung, sepekan terakhir mengalami kenaikan. Kenaikannya yang bervariasi tersebut diduga akibat banyak petani yang gagal panen lantaran cuaca ekstrem yang terus melanda.
Tak hanya akibat cuaca ekstrem yang membuat petani gagal panen, kenaikan harga sayuran menurut sejumlah pedagang juga sudah menjadi hal biasa ketika memasuki hari besar keagamaan terbaru perayaan Imlek dan sebentar lagi bulan suci Ramadan 2024.
“Menjelang tahun baru imlek sih baiknya, emang biasanya kalau hari-hari kaya gitu suka naik. Apalagi, sebulan lagi menjelang puasa pasti harga pada naik,” kata Tatang, seorang pedagang sayuran di Pasar Rangkasbitung, Senin (12/2/2024).
Katanya, kenaikan terhadap sayuran terjadi sejak satu pekan terakhir. Penyebabnya, karena stok sayuran terbatas dampak para petani gagal panen karena cuaca ekstrem. Diketahui, sejumlah sayuran yang mengalami kenaikan antara lain, tomat, wortel, cabai, kentang, dan lain lain. “Kentang semula Rp 17.000 per Kilogram naik menjadi Rp 20.000, tomat semula Rp 15.000 jadi Rp 25.000 per Kilogram, cabai merah semula Rp 50.000 per Kilogram naik menjadi Rp 88.000 per Kilogram,” katanya.
“Untuk bawang putih semula Rp 30.000 naik menjadi 35.000 per Kilogram, bawang merah semula Rp 25.000 naik menjadi Rp 28.000. Sementara harga cabai rawit hijau bertahan di Rp 41.000 per Kilogram dan cabai oranye Rp 54.000 per Kilogram,” sambungnya. “Meskipun hari Imlek sudah berlalu. Tapi sekarang masih pada naik, diprediksi kenaikan akan terus berlangsung sampai bulan puasa,” ucap Tatang.
Tatang menuturkan, sayuran lainnya yang mengalami kenaikan terjadi pada daun bawang, seledri dan wortel. “Terus daun bawang, seledri, wortel dan yang mengalami kenaikan, naik menjadi Rp 10.000 per Kilogram, masing-masing naik Rp 2.000 yah,” tandasnya.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Diminta Tak Main Simpan Pinjam
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Yani menyampaikan, kenaikan harga di Pasar Rangkasbitung fluktuatif. Tetapi diharapkanya harga bisa segera normal. “Harganya masih rata-rata segitu, semoga harganya segera kembali normal ke harga semula,” singkatnya.(mulyana)
























