SATELITNEWS.COM, LEBAK—Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjuk Kabupaten Lebak menjadi pilot project untuk mengimplementasikan posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa (LKD). Hal itu tertuang dalam Surat Ditjen Bina Pemerintahan Desa tertanggal 2 Februari 2024.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak dr Budhi Mulyanto membenarkan kabar tersebut. Kata Budhi, posyandu yang akan menjadi pilot project berada di Desa Pasarkeong, Cibadak. “Kalau selama ini concern kegiatan posyandu bisa dibilang hanya bidang kesehatan (Puskesmas). Sekarang akan diselaraskan tujuan pembentukan posyandu itu untuk apa,” kata Budhi Mulyanto, Minggu (18/2/2024).
Budhi menjelaskan, implementasi posyandu sebagai LKD melalui 6 pendekatan bidang standar pelayanan minimum (SPM). Mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial dan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
Rencananya, pembahasan rencana kegiatan pilot project akan dilaksanakan pada bulan Maret 2024 dengan dihadiri Ketua Umum Pembina Posyandu Tri Tito Karnavian. “Integrasi kegiatan semua sektor/bidang terkait yang dilakukan di posyandu. Utamanya untuk pencapaian SPM berbagai urusan, jadi tidak hanya urusan kesehatan,” tutur Budhi. “Leading sektor program ini ada di DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa), jadi bisa konfirmasi ke sana,” tambahnya.
Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak Acep Dimyati menyambut baik program yang diklaimnya dapat meningkatkan pembangunan baik itu sosial maupun kesehatan masyarakat. “Program seperti harus kuta dukung, tujuannya apa ya tadi itu pembangunan di Kabupaten Lebak bisa terus meningkat,” kata Acep.
Acep berharap, dengan dukungan pemerintah pusat terhadap Kabulaten Lebak dapat terus dilakukan sebagaimana mestinya. Sebab Lebak yang baru lepas dari status daerah tertinggal butuh intervensi untuk meningkatkan pembangunan diberbagai sektor. “Dengan program nasional, saya yakin Lebak bisa akan lebih maju dan masyarakatnya bisa sejahtera,” imbuhnya. (mulyana)
Baca Juga: Sepanjang 2026, Sebanyak 391 Warga Lebak Terserang DBD
