Rabu, 21 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Promo Oktober Honda Wahana Artha

Fenomena War Takjil

Oleh: Najamuddin Khairur Rijal*

Oleh Deddy Maqsudi
Selasa, 19 Mar 2024 18:52 WIB
Rubrik Headline, Kolom
Fenomena War Takjil

FENOMENA WAR TAKJIL: Najamuddin Khairur Rijal, Dosen Hubungan Internasional Fisip Universitas Muhammadiyah Malang. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

BULAN Ramadan selalu menghadirkan momen spesial bagi umat Muslim di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Salah satu yang menarik adalah tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Bahkan memunculkan fenomena baru yang menjadi trending topic di media sosial dan menjadi bahasan netizen, yang disebut dengan War Takjil.

War berarti perang, dalam bahasa Inggris. Dalam konteks ini dimaknai sebagai berburu atau memperebutkan. Apa yang diburu atau diperebutkan? Yaitu Takjil. Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Takjil berarti mempercepat (buka puasa). Hal ini sesuai dengan akar katanya dalam Bahasa Arab, yakni ‘ajila’ yang berarti menyegerakan. Jadi maksud Takjil sejatinya adalah menyegerakan membatalkan puasa dengan makanan pembuka. Makna ini mengalami reduksi dalam masyarakat Indonesia, yang diasosiasikan sebagai kudapan atau santapan berbuka puasa, bisanya berupa kue atau sejenisnya sebagai makanan pembuka berbuka puasa.

Menariknya, War Takjil yang sedang ramai dibahas netizen adalah antusiasme masyarakat non-Muslim dalam membeli takjil. Meskipun mereka tidak berpuasa, namun kelompok masyarakat inilah yang paling awal menyerbu dagangan takjil. Akibatnya, sebagai lelucon, umat Muslim yang berpuasa seringkali nyaris tidak mendapatkan bagian ketika hendak membeli takjil yang diinginkan sebab telah lebih dahulu diborong oleh kelompok non-Muslim. Di sinilah muncul istilah War Takjil, persaingan atau perebutan takjil antara umat Muslim yang berpuasa dan kelompok non-Muslim yang meramaikan tradisi Ramadan dengan ikut berburu takjil.

Jika memperhatikan perbincangan netizen di berbagai platform media sosial, fenomena War Takjil ini menjadi narasi yang unik dan menarik. Dengan bumbu lelucon, netizen Muslim dan non-Muslim saling berbalas komentar terkait pengalaman persaingan memperoleh takjil. Beberapa unggahan misal menyebut, kelompok non-Muslim telah standby pukul tiga sore untuk berburu takjil di saat umat Muslim yang berpuasa sedang berjuang untuk bertahan. Ada pula unggahan, misalnya,  yang meminta kelompok non-Muslim harusnya bersikap fair dengan memulai (start) War Takjil di waktu yang sama, yakni menjelang pukul lima sore. Lihat saja, aneka ragam unggahan berbalas komentar tentang War Takjil ini unik dan menghibur.

 

Implikasi Positif

War Takjil ini menjadi bukti keharmonisan hubungan lintas agama di Indonesia. Bulan Ramadan sebagai bulan suci umat Islam juga disambut antusias dengan suka cita oleh kelompok non-Muslim. Hal ini menjadi potret hubungan antara pemeluk agama di Indonesia yang guyub, rukun, damai, harmonis, dan saling menghargai.

Baca Juga: Inter Milan vs Napoli, Misi Inter Akhiri Puasa Kemenangan

Hubungan semacam ini perlu dijaga, agar relasi antar umat beragama yang harmonis menjadi khazanah kultural-religius Indonesia. Sekaligus menjadi manifestasi bulan Ramadan sebagai bulan yang menjadi rahmat bagi semesta alam, menjadi bulan yang merekatkan persaudaraan di tengah berbagai perbedaan keyakinan. Bahkan bukti keharmonisan ini harusnya dijaga, bukan hanya pada bulan Ramadan.

BeritaTerbaru

HPL Tanah Baduy 5.161 Hektare, Begini Harapan Wakil Bupati Lebak

HPL Tanah Baduy 5.161 Hektare, Begini Harapan Wakil Bupati Lebak

Rabu, 21 Okt 2026 18:40 WIB
Temui Ketua DPRD, Kajari Kota Tangerang Sampaikan Sumbatan Pembangunan

Temui Ketua DPRD, Kajari Kota Tangerang Sampaikan Sumbatan Pembangunan

Rabu, 21 Okt 2026 16:15 WIB
Bupati Tangerang Dorong UMKM Naik Kelas, Tak Cukup Hanya Modal

Bupati Tangerang Dorong UMKM Naik Kelas, Tak Cukup Hanya Modal

Rabu, 21 Okt 2026 13:52 WIB
KECELAKAAN LALU LINTAS -- Sebuah kendaraan elf yang membawa rombongan peserta manasik haji dari TK Nurul Bahari, Desa Sidakmukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, mengalami kecelakaan lalu lintas di depan SPBU Saketi, Rabu (21/10/2026). (ISTIMEWA)

Kendaraan Rombongan Manasik Haji TK Nurul Bahari Sukaresmi Pandeglang Kecelakaan

Rabu, 21 Okt 2026 13:40 WIB

War Takjil nyatanya telah menjadi instrumen yang memperkuat toleransi antar umat beragama. Momen di mana masyarakat dari berbagai agama saling menghormati di tengah perbedaan yang ada. Muranya adalah dapat meningkatkan solidaritas dan kebersamaan, saling berbagi dan saling membantu.

Lebih dari itu, dari fenomena ini, sejatinya juga menjadi momentum pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mempromosikan narasi-narasi toleransi dan kerukunan umat beragama. Hal ini dapat dilakukan melalui dialog antar umat beragama, penguatan moderasi beragama, atau yang paling mudah adalah pemerintah memaksimalkan pemanfaatan beragam platform media sosial untuk mengedukasi publik lewat konten-konten yang mencerahkan, menyejukkan, dan mengedepankan toleransi.  Jangan sampai, War Takjil hanya menjadi tradisi tahunan namun tidak memberi bekas yang mendalam pada prospek hubungan antar umat beragama di Indonesia.

Selain itu, fenomena War Takjil ini memberikan kontribusi positif bagi tumbuhnya geliat ekonomi masyarakat. Data menunjukkan bahwa penjualan takjil mengalami peningkatan signifikan selama Ramadan. Pada tahun 2023, Kementerian Perdagangan memperkirakan nilai transaksi takjil mencapai 28 triliun rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa War Takjil tidak hanya menjadi fenomena sosial, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi karena membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama para pelaku UMKM. Sekaligus pada saat yang sama dapat memperkaya kuliner nusantara, karena menghadirkan beragam jajanan tradisional dan kekinian.

 

Tantangan

Namun demikian, di sisi lain, fenomena War Takjil juga membawa tantangan tersendiri. Misalnya, pada beberapa titik di sudut kota mengakibatkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Sehingga diperlukan peran para pemangku kepentingan setempat untuk terlibat dalam menata titik-titik War Takjil, sekaligus membutuhkan kesadaran bersama masyarakat untuk tetap mengedepankan kepentingan dan kenyamanan publik.

Baca Juga: Produksi Dodol Betawi di Serpong Meningkat Tajam Jelang Idul Fitri

Selain itu, tantangan lain yang membutuhkan kesadaran bersama adalah meningkatnya sampah plastik. Faktanya, sebagian besar kemasan takjil adalah plastik sekali pakai. Akibatnya, War Takjil ini berkorelasi terhadap meningkatnya volume sampah plastik sekali pakai yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Karena itu, selain perlu kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, diperlukan pula kesadaran bersama untuk memikirkan alternatif kemasan non-plastik dan ramah lingkungan dalam transaksi War Takjil.

Aspek kesehatan juga perlu menjadi perhatian bersama. Edukasi tentang pentingnya makanan sehat dan higienis diperlukan, terutama kepada para pedagang. Agar dalam menyiapkan dagangannya memperhatikan dan mengedepankan kebersihan dan kesehatan makanan dalam rangka mencegah terjadinya dampak kesehatan dari konsumsi takjil, seperti keracunan makanan atau lainnya. Di sini pemerintah punya peran untuk melakukan pengawasan secara berkala dalam rangka memastikan dagangan yang diperjualbelikan dapat dijamin kebersihan, kesehatan, dan tentu juga kehalalannya.

Dengan demikian, dengan fenomena War Takjil ini perlu untuk memaksimalkan dampak positif bagi toleransi dan pertumbuhan ekonomi, serta meminimalkan dampak negatif yang menyertainya. Hal ini membutuhkan sinergitas bersama antara elemen, mulai pemerintah, para pemangku kepentingan, masyarakat lintas agama, dan seluruh masyarakat Indonesia. Mari kita War Takjil. (*)

 

*(Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang)

Tags: bulan puasabulan ramadanpuasaramadantakjil
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Dua Mantan Kapolda Banten Berturut-turut Jadi Kapolri, Andra Soni Turut Bangga
Banten Region

Pemprov Banten Usulkan Perubahan OPD, Jumlah Dinas dan Badan Bertambah

Rabu, 21 Okt 2026 11:15 WIB
TERBAKAR : KMP Batumandi, terbakar di Perairan Merak, Selasa (20/10/2026). (ISTIMEWA))
Banten Region

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Selamat, Kerugian Materil Masih Dihitung

Rabu, 21 Okt 2026 10:44 WIB
Headline

Pembangunan Gedung MUI Karawaci di Area Masjid Baitul Mukminin Cimone Ditolak Pengurus Masjid

Rabu, 21 Okt 2026 10:27 WIB
DITEMUKAN : Korban tenggelam di Danau Retensi KP3B, ditemukan tim pencari. (ISTIMEWA)
Banten Region

Tenggelam di Danau Retensi KP3B, Jaka Wijaya Ditemukan Meninggal Dunia

Selasa, 20 Okt 2026 20:12 WIB
Skrining HIV di Rutan Klas 1 Tangerang, Dua Warga Binaan Positif
Headline

Skrining HIV di Rutan Klas 1 Tangerang, Dua Warga Binaan Positif

Selasa, 20 Okt 2026 20:09 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim gabungan, melakukan pencarian anak tenggelam di danau KP3B. (ISTIMEWA)
Banten Region

Seorang Pengunjung Hilang Tenggelam di Danau Retensi KP3B

Selasa, 20 Okt 2026 19:28 WIB
Promo Oktober Honda Wahana Artha Promo Oktober Honda Wahana Artha
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja
500 th Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin DPC Gerindra Kab Serang
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni

Berita Pilihan

SIM Keliling Tangerang Kota Rabu 7 Oktober, Cek Lokasinya

Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Rabu 21 Oktober, Cek Lokasinya

Rabu, 21 Okt 2026 07:47 WIB
Bupati Tangerang Buka Manasik Haji 5.000 Anak PAUD

Bupati Tangerang Buka Manasik Haji 5.000 Anak PAUD

Senin, 19 Okt 2026 20:13 WIB
BERKUNJUNG -- Sejumlah pelaku bisnis dari Papua Nugini, berkunjung ke Wisata Bukit Sinyonya, serta berfoto bersama dengan Kades Bandung, Kecamatan Banjar Kabupaten Pandeglang, belum lama ini. (ISTIMEWA)

Desa Bandung Pandeglang Siap Expor Ikan Mas Sinyonya dan Udang Sawah ke Papua Nugini

Minggu, 18 Okt 2026 16:55 WIB
Anak Kelaparan, Ayah di Pondok Ranji Curi Uang Kotak Amal

Anak Kelaparan, Ayah di Pondok Ranji Curi Uang Kotak Amal

Senin, 19 Okt 2026 16:48 WIB
FOTO BERSAMA - Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto (tengah) berfoto bersama dengan Ketua SMSI Kabupaten Pandeglang, Abdul Aziz (kiri), dan Penasehat SMSI Provinsi Banten, Nana S Amdan (kanan), di halaman depan Sekber SMSI - PWI Kabupaten Pandeglang, Rabu (21/10/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)

Disdikpora Pandeglang Bangun Kolaborasi dengan PWI-SMSI

Rabu, 21 Okt 2026 18:56 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.