SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Kegiatan sanlat (Pesantren kilat) merupakan kegiatan yang dilakukan sekolah dalam mengisi bulan suci Ramadan. Biasanya dalam kegiatan tersebut, siswa diajarkan tentang ilmu agama lebih dalam lagi, seperti halnya cara mengaji yang benar, cara sholat dan lain sebagainya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan sanlat juga dilaksanakan oleh SMK PGRI 1 Kota Tangerang. Kegiatan yang dimulai sejak hari Senin (1/4/2024) hingga Kamis (4/4/2024), diikuti oleh sedikitnya ada 500 siswa yang tergabung dari kelas X dan XI.
Guru Agama sekaligus mentor kegiatan Pesantren Kilat di SMK PGRI 1 Kota Tangerang, Ahmad Hudori mengatakan tahun ini dirinya lebih memfokuskan siswa siswinya agar bisa membaca Al-Qur’an yang baik dan benar. Dalam kegiatan ini, siswa diberikan pengetahuan dari hal yang paling mendasar yakni mengenalkan huruf hijiyah.
Hudori menerangkan, sesuai dengan tema pada kegiatan ini yakni Membentuk Karakter Siswa dan Siswi dengan Akhlak Qurani, diharapkan siswa ataupun siswi bisa membaca Al-Qur’an dengan benar. Pasalnya tidak semuanya para siswa lancar dalam membaca Al-Qur’an. Maka dari itu pada moment ini, yang tidak mengenal huruf hijaiyah bisa kenal dan yang sudah kenal namun masih terbata-bata bisa lancar dan yang lancar bisa lebih meningkatkan menjadi hafal Al-Qur’an.
“Jadi pada kegiatan sanlat tahun ini kita lebih memfokuskan pada dua hal yakni siswa bisa mengaji dan bisa mempraktekan tentang cara menjamak dan mengqashar sholat. Materi yang diberikan juga lebih banyak prakteknya dibanding teori, supaya para siswa ataupun siswi tidak jenuh selama mengikuti kegiatan sanlat,” ujarnya kepada satelitnews.com
Hudori menjelaskan, pada pelaksanaan kegiatan sanlat siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari 10 orang dan masing-masing kelompok memiliki mentor tersendiri.
“Sebelum memasuki materi, kita tadarus dulu bersama seluruh mentor dan peserta sanlat. Adapun materi yang diberikan ialah memperkenalkan ilmu tajwid, karena kita ingin para siswa dan siswi bisa membaca Al-Qur’an yang baik dan benar dengan ilmu tajwid,” jelasnya.
“Bagaimana sifat-sifat hurufnya, waqafnya, semuanya detail diajarkan. Dari mana mulainya, cara berhentinya, pokoknya tidak ngasal. Setelah itu baru para mentor, yang notabennya merupakan lulusan eskul tahfiz di SMK PGRI 1 yang telah diwisuda, mendengarkan kemampuan teman-temannya dan setelah itu kita seleksi. Mana yang bisa dan lancar dengan yang masih belum lancar, baru setelah itu kita masukan ke dalam eskul tahfiz yang nantinya ada ditahap untuk penghafalan,” papar Hudori.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan sanlat SMK PGRI 1 Kota Tangerang, Dinda Aulia menambahkan, jika dirinya sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang menjadi pengalaman pertamanya di bulan Ramadan tahun ini.
Menurutnya, banyak ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat yang didapat khususnya untuk dirinya pribadi. “Banyak yang saya dapat di kegiatan sanlat ini. Bisa mengatur waktu, belajar mengaji yang benar sesuai dengan ilmunya. Tata cara sholat, bagaimana sholat di jamak atau di qashar. Semua itu saya dapat dalam kegiatan ini, ya intinya yang tadinya masih belum tau sekarang ada perbedaan. Lebih meningkat aja,” pungkasnya. (evi)