SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menargetkan pemberian imunisasi kepada 26.987 bayi dan balita dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2024.
Puncak perayaan PID 2024 pun dikemas dengan penyerahan penghargaan imunisasi oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie di Aula Blandongan Puspemkot Tangsel, pada Jumat (17/5/2024).
Kegiatan ini mencakup rangkaian imunisasi serentak yang dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, posyandu hingga pelayanan praktik mandiri.
“Iya Hari Imunisasi Nasional dan Pekan Imunisasi Dunia ini, hari ini dicanangkan dan ini merupakan puncak dari kegiatan imunisasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota,” ujar Benyamin saat ditemui di lokasi.
“Imunisasi ini kita laksanakan dalam rangka mencapai Indonesia Emas dan ini sudah menjadi program nasional, infrastruktur kan sudah kita siapkan, dokternya, obatnya, segala macam kita siapkan, dan kadernya juga kita siapkan. Alhamdulillah kita sudah mencapai imunisasi itu totalnya kita sudah di atas 98 persen imunisasinya yang dicapai,” lanjutnya.
Benyamin menuturkan, seluruh Puskesmas menjadi garda terdepan beserta dengan kader kesehatan yang terus berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, dapat menyasar keseluruhan anak di Tangsel.
Baca Juga: Kasus ISPA Naik 19,8 Persen, Dinkes Tangsel Belum Pastikan Dampak Abu Vulkanik
“Semua puskesmas menjadi garda terdepan, bersama dengan kader kesehatan untuk menyasar semua balita-balita yang ada di Tangerang Selatan untuk diimunisasi,” katanya.
Kata dia, setidaknya ada 35 Puskesmas dan fasilitas kesehatan yang siap memberikan pelayanan. “Dan ini akan terus kita laksanakan ya, ini akan terus kita optimalisasikan,” ucapnya.
Kepala Dinkes Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan, bahwa dari total yang telah disebutkan, sasaran imunisasi terdiri dari 26.843 baduta dan sisanya adalah bayi diatas dua tahun.
“Pekan Imunisasi Dunia ini kita melakukan beberapa rangkaian kegiatan yaitu imunisasi serentak baik di puskesmas sampai di posyandu. Kami juga bekerja sama dengan organisasi profesi, dalam hal ini IDI, untuk secara serentak melakukan imunisasi kejar ataupun rutin di fasilitas kesehatan lainnya, termasuk praktik mandiri bidan,” bebernya.
Dalam pelaksanaan imunisasi, sebut Alpin, Dinkes Tangsel akan memberikan 14 jenis vaksin yang mencakup berbagai antigen penting.
“Program imunisasi adalah program pelayanan kesehatan dasar yang sudah terjadwal. Ada usia-usia tertentu yang harus mendapatkan imunisasi sesuai dengan jenis antigen dan jadwal yang telah ditentukan,” ungkapnya.
Baca Juga: Kasus ISPA Tembus Ratusan Ribu, Dinkes Tangsel Minta Warga Waspada
Selain pelaksanaan rutin, pihaknya juga menerapkan strategi jemput bola untuk memastikan semua bayi dan balita mendapatkan imunisasi. Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk mencapai target imunisasi demi menjaga kesehatan bayi dan balita di kota berjuluk anggrek.
“Untuk jemput bola ini, pertama kita mendata dulu. Kemudian, bersama kader kesehatan, kita mendatangi rumah warga yang tidak hadir pada saat jadwal imunisasi,” jelasnya. (eko)
























