SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Persoalan kerusakan ruas jalan Banjar-Kadomas, di Desa Mogana, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, mendapat perhatian langsung Bupati Pandeglang Irna Narulita.
Irna mengaku, akan memasukan rencana perbaikan ruas jalan yang terabaikan selama 15 tahun itu, kedalam skala prioritas pembangunan di tahun 2025 mendatang.
Bupati Irna mengaku, pihaknya sudah menerima aduan dan laporan dari masyarakat, terkait kerusakan ruas jalan tersebut. Dia memastikan, pembangunan ruas jalan tersebut akan menjadi prioritas pembangunan di tahun berikutnya.
“Jalan Banjar itu daerah lumbung padi, jadi jalannya itu strategis dan itu menjadi prioritas kami. Kami masukan kedalam skala prioritas pembangunan selanjutnya,” tegas Irna, usai memimpin apel pagi di halaman Kantor Sekretariat Daerah Pandeglang, Senin (20/5/2024).
Irna mengatakan, pihaknya akan terus melakukan percepatan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur di semua wilayah Pandeglang, termasuk di Kecamatan Banjar.
Sebetulnya, kata Irna, pihaknya sudah melaksanakan pembangunan jalan, meskipun belum sepenuhnya dibangun.
Baca Juga: Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR
“Tahun ini ada memang pembangunan jalannya, tapi tidak terlalu panjang, nanti kita akan teruskan lagi, karena berkelanjutan. Karena kan dari setiap pemimpin, selalu ada namanya keberlanjutan,” tambahnya.
Irna juga memastikan, pihaknya akan membangun ruas jalan tersebut meskipun secara bertahap. Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat agar bisa bersabar, karena pembangunan jalan tersebut pasti dilakukan.
“InsyaAllah, yang sudah kami bangun walaupun hanya 500 atau 700 meter, tetap akan kita lanjutkan sampai ke ujung sana. Jadi saya mohon, agar masyarakat bisa sedikit bersabar,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, kebijakan pemerataan pembangunan yang dicanangkan Pemkab Pandeglang, dirasa belum maksimal. Buktinya, selama 15 tahun lebih, ruas jalan Banjar-Kadomas di Desa Mogana, Kecamatan Banjar, dibiarkan rusak dan belum diperbaiki.
Heri, pengendara motor asal Desa Mogana, Kecamatan Banjar mengatakan, kerusakan ruas jalan sepanjang satu kilometer lebih itu sudah berlangsung sejak belasan tahun lalu. Kondisi tersebut selalu dikeluhkan para pengendara, karena bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Bahaya banget ini jalan sudah tidak ada aspalnya, cuma batu sama tanah, apalagi kalau sudah musim hujan jalan jadi licin. Inikan jalan penghubung Kecamatan Banjar dan Kecamatan Pandeglang, jalan kesini juga akses menuju Kabupaten Lebak, jadi setau saya sudah 15 tahun tidak kunjung diperbaiki,” katanya, Minggu (19/5/2024). (adib)
Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata
























