SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Salah satu branding Pilpres 2024 yang cukup memantik perhatian masyarakat adalah ungkapan “gemoy” yang identik dengan Prabowo Subianto yang kini resmi menjadi presiden terpilih. Sang arsitek branding yang juga pakar komunikasi politik Irfan Asy’ari Sudirman Wahid alias Ipang Wahid membagikan tips bagi mereka yang ingin mengikuti kontestasi Pilkada Serentak 2024.
Pernyataan itu disampaikan Ipang Wahid dalam webinar forum gosip yang digelar DNVB Indonesia yang diikuti 2.700 peserta. Ipang mengutarakan, kreativitas merupakan elemen kunci dalam setiap kampanye branding yang sukses. Karena itu, ia mendorong agar tidak takut untuk bereksplorasi.
“Kreativitas tidak memiliki batas. Jangan pernah membatasi diri anda dengan pemikiran sempit. Semua orang bisa menjadi kreatif, bisa menjadi content creator, dan bisa berpikir out of the box,” kata Ipang kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).
Ipang mengingatkan, bagi mereka yang ingin maju kontestasi Pilkada Serentak 2024, untuk selalu melakukan krativitas. Menurutnya, berpolitik juga butuh resep khusus. “Untuk yang mau maju Pilkada, jangan lupa untuk selalu kreatif! Branding politik juga butuh resep khusus, lho,” ucap Ipang.
Ipang menuturkan, kreativitas tanpa batas telah membantu menciptakan kampanye yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga meninggalkan kesan yang mendalam. Ipang Wahid ternyata juga merupakan otak di balik kesuksesan branding ‘Gemoy’ Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Ipang Wahid berbagi pengalamannya selama 30 tahun terjun di industri iklan mulai dari keterlibatan pembuatan iklan RCTI Oke versi nonton di tengah sawah dan stadion, hingga rumah gadang dan memproduksi langsung iklan sejumlah brand ternama seperti Gudang Garam versi Cahaya Asa, Telkom, Sampoerna Ijo, Ramayana, Nescafe, Coca-Cola, Vitacharm, Lux dan lainnya.
Melalui konsep perception engineering, lanjut Ipang, dirinya sukses me-rebranding Partai Golkar yang mampu menjadi partai nomor dua dalam Pemilu 2024, hingga diasosiasikan sebagai partai yang dekat dengan Presiden Jokowi. Serta keberhasilan dalam mengubah citra Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) yang dibuat lebih dekat dengan milenial.
Ia menekankan, kreativitas bukan hanya milik seniman, tetapi milik semua orang. Karena itu, ia mendorong peserta untuk terus bereksplorasi dan tidak pernah menyerah, meskipun hasil awal mungkin belum sesuai harapan. “Jangan pernah menstigma diri kita bahwa kita tidak kreatif. Selalu lihat dari perspektif dan angle berbeda. Kalau jatuh, bangun lagi, jatuh bangun lagi,” pungkas Ipang. (jpg)