SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Menghadapi pesta demokrasi 5 tahunan, yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Kabupaten/Kota 2024. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pandeglang, akan terus berupaya meningkatkan partisipasi dalam berpolitik dan berdemokrasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pandeglang,Hasan Bisri mengungkapkan, langkah dan strategi dalam meningkatkan partisipasi tersebut yang pertama adalah sosialisasi, pendekatan kepada masyarakat.
“Dalam meningkatkan partisipasi di Pemilu Gubernur dan Pemilu di Kabupaten Pandeglang, peran sosialisasi dari KPU Pandeglang sangat penting. Selain itu, diseminasi informasi oleh KPU Provinsi Banten dan Kesbangpol Pandeglang, juga terus dilakukan,” kata Hasan, kepada wartawan, Jumat (25/5/2024).
Katanya, politik adalah ilmu dan seni yang harus dijalani dengan bahagia dan senang hati.
“Kami menyampaikan kepada masyarakat, untuk menyebarkan informasi terkait Pilkada serentak 2024 dan mendata ulang pada pemilih-pemilih pemula,” tandasnya.
Menurutnya, pemilih pemula perlu diberi pemahaman bahwa politik dan demokrasi penting untuk kemajuan daerahnya.
Baca Juga: Lestarikan Laut Dan Budaya Melalui Tasyakuran Ruwat Laut Carita 2026
Dan peran strategis Kesbangpol Kabupaten Pandeglang adalah, memahami karakter masyarakat yang terbagi menjadi dua, yakni idealis dan pragmatis.
“Dalam strategi kami, jika tipikal idealis memiliki prinsip yang kuat, maka yang pragmatis bisa bergeser sesuai situasi kondisional. Dan untuk idealisnya, kami harus dorong bahwa satu suara itu sangat berarti,” jelasnya.
“Dan jangan sampai, mereka tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) hanya karena tidak ada pasangan calon yang sesuai ideologi mereka. Karena demokrasi adalah hak warga, untuk menyampaikan suaranya di Pilkada serentak 2024,” sambungnya.
Ia melanjutkan, untuk tingkat partisipasi pemilih pada pemilu 2024 ini mencapai 76 persen menurutnya sudah baik. Namun, jika dibandingkan dengan provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang dan Lebak masih tertinggal dibandingkan kabupaten/kota lainnya.
“Mudah-mudahan ya, dengan sosialisasi dan edukasi melalui berbagai program dan platform media sosial, secara langsung tingkat partisipasi bisa naik dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam berpolitik lebih konsisten untuk berpartisipasi dalam pilkada 2024 tahun ini. Meskipun 76 persen menurut saya sudah bagus,” imbuhnya. (mardiana)
