SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Menjelang hari raya Idul Adha, hewan kurban dari luar mulai masuk ke Pandeglang. Untuk mengantisipasi hewan berpenyakit, Puskeswan Pandeglang bakal melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban tersebut.
Penjual sapi asal Kadubanen, Kecamatan Pandeglang, M. Andri Linaldi mengatakan, dirinya menyediakan sebanyak 166 ekor sapi asal Bali sebagaai hewan kurban. Untuk memastikan kesehatannya, hewan tersebut terlebih dahulu diperiksa di Balai Karantina Pertanian.
“Kita periksa dulu kesehatan semua hewan qurban yang kita jual di Pandeglang. Setelah selesai diperiksa dan enggak ada yang sakit, kita baru jual hewan kurban yang kita pesan dari bali itu,” kata Andri, Minggu (26/5/2024).
Dia mengaku, meski Idul Adha masih satu bulan, namun banyak warga Pandeglang yang sudah memesan sapi untuk kurban. Selain dari Pandeglang, pesanan sapi juga berasal dari luar Pandeglang.
“Alhamdulillah, pembeli sudah mulai ramai. Banyak yang pesan, hampir 70 ekor. Pemesannya dari Pandeglang, Rangkasbitung, Tangerang, dan beberapa daerah lain di Provinsi Banten,” tambahnya.
“Harga satu ekor sapi mulai dari Rp 17 juta hingga Rp 35 juta. Di Pandeglang, alhamdulillah, minat terhadap sapi Bali cukup banyak. Harga kami tetap, tidak ada kenaikan,” sambungnya.
Muhammad Idris, penjual hewan kurban lainnya mengaku, dirinya menjelang Idul Adha, dirinya sudah memesan banyak hewan qurban, mulai dari kambing, kerbau, dan sapi. Semua hewan itu, dilengkapi dengan surat keterangan sehat dari pihak terkait.
“Tentunya hewan yang kita jual semuanya dalam keadaan sehat, karena kalau sampai ada yang sakit segera kita pisahkan. Jadi yang kita jual semuanya dalam kondisi sehat dan enggak ada yang sakit,” ujar Idris.
Kepala Puskeswan Pandeglang Ade Setiawan mengaku, pihaknya dalam waktu dekat bakal melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap semua hewan kurban di Pandeglang. Hal itu dilakukan, agar tidak ada hewan kurban berpenyakit dijual bebas.
“Pemeriksaan kesehatan pasti kita lakukan. Kalau ada yang sakit, tentunya kita minta untuk tidak dijual dan dikarantina terlebih dahulu. Nanti kita lakukan pemeriksaan, kita tunggu instruksi dulu,” imbuhnya. (adib)
























