SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, mencatat selama tahun 2024 telah terjadi tujuh kasus kebakaran. Kerugian materil yang ditimbulkan akibat musibah tersebut, mencapai ratusan juta rupiah.
Sekretaris BPBDPK Nana Mulyana mengatakan, kasus kebakaran yang dilaporkan kepada instansinya selama tahun 2024, ada tujuh kasus. Jumlah tersebut, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2023 di bulan yang sama, yakni sampai Mei sebanyak 14 kasus dengan kerugian sebesar Rp300 juta lebih.
“Berdasarkan data yang tercatat di Pusdalops, terkait kasus kebakaran sejak Januari sampai sekarang baru ada tujuh kasus kebakaran. Kerugiannya cukup besar, sampai ratusan juta rupiah,” kata Nana, Senin (27/5/2024).
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Endan Permana mengakui, kasus kebakaran di tahun 2023 lebih banyak dibandingkan tahun 2024 di bulan yang sama. Rata-rata, kebakaran tersebut akibat korsleting listrik.
“Tahun ini, baru tercatat ada tujuh kasus kebakaran, hampir semua kasus itu karena korsleting listrik. Itu yang tercatat dan menghubungi kita ya, kalau diluar itu kita enggak tahu ada berapa jumlahnya,” tambahnya.
Endan menerangkan, sepanjang tahun 2023 telah terjadi 56 kasus kebakaran dengan total kerugian sebesar Rp2,695 Miliar. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2022 yang hanya terjadi 20 kasus dengan kerugian sebesar Rp1,5 Miliar.
Selama terjadi kebakaran, lanjutnya, pihaknya kerap mengalami berbagai kendala, mulai dari akses masuk lokasi kejadian yang menyulitkan, hingga keterbatasan armada pemadam kebakaran (damkar).
“Sementara ini, kendalanya akses ke lokasi kebakaran sempit, lokasinya jauh dari jalan utama kebanyakan. Armada juga kita hanya ada tiga, idealnya ada enam armada. Jadi penanganan kebakaran ini belum optimal memang,” pungkasnya.
Endan juga mengatakan, untuk menekan terjadinya kebakaran di Pandeglang, pihaknya baru bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran.
“Kalau penanganan paling kita lakukan sosialisasi saja, ketika terjadi kebakaran tindakan yang dilakukan bagaimana, kemudian mencegahnya bagaimana. Untuk saat ini baru itu yang bisa kita lakukan,” tuturnya. (adib)