SATELITNEWS.COM, SERANG – Provinsi Banten, menjadi salah satu daerah yang masuk kategori kerawanan kekeringan, akibat musim kemarau pada tahun 2024 ini. Hal itu, berdasarkan pemetaan potensi yang dilakukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pemberitahuan BNPB ini, disampaikan melalui surat dengan nomor B-220/BNPB/D-II/BP.03.02/05/2024, yang ditandatangani Deputi Bidang Pencegahan, Prasinta Dewi, pada 27 Mei 2024.
Provinsi Banten masuk di list nomor 7, dari 26 Provinsi di Provinsi Banten yang ada dalam list tersebut.
Dalam surat itu, menyatakan, sesuai prediksi BMKG, akan ada sejumlah daerah yang akan mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Karena itu, daerah-daerah ini diminta untuk melakukan kesiapsiagaan.
“Provinsi yang akan berpotensi terjadi kekeringan meteorologis meliputi, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung dan Banten,” tulis BNPB dalam rrilisnya.
Untuk itu, BNPB memerintahkan kepada BPBD Provinsi Banten, agar menginstruksikan kepada BPBD kabupaten/kota untuk melakukan upaya kesiapsiagaan guna menghadapi dampak ikutan dari kekeringan meteorologis tersebut.
Baca Juga: BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana, membenarkan adanya surat tersebut.
Tidak hanya itu, dia juga mendapatkan informasi dari BMKG tentang potensi bencana kekeringan yang bisa terjadi di Provinsi Banten.
“Terkait dengan peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, kita sudah antisipasi,” kata Nana.
Nana mengungkapkan, berdasarkan catatan BPBD Provinsi Banten, pada tahun 2023 lalu bencana kekeringan terjadi di 58 kecamatan di Provinsi Banten. Kecamatan paling banyak dan paling parah, mengalami kekeringan ada di Kabupaten Lebak.
Nana merinci, saat itu di Kabupaten Lebak ada 27 kecamatan yang kekeringan, di Kabupaten Pandeglang ada 10 kecamatan, di Kabupaten Serang ada 10 kecamatan, di Kabupaten Tangerang ada 5 kecamatan, di Kota Serang ada 3 kecamatan, dan di Kota Cilegon ada 3 kecamatan yang mengalami kekeringan.
“Daerah-daerah inilah, yang juga akan menjadi perhatian kami pada tahun 2024 ini,” ujarnya.
Baca Juga: 620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
Nana mengaku, sudah mempunyai pengalaman tahun 2023 lalu bagaimana menangani bencana kekeringan. Pada saat itu, beberapa bulan wilayah Banten mengalami kekeringan.
“Jadi apa saja yang terjadi, sektor apa saja, bidang apa saja, ini sudah kita evaluasi sehingga ke depan ini bisa lebih intensif, lebih cepat penanganannya,” ujarnya lagi.
Selain itu, dia juga memastikan pada tahun 2024 ini penanganan kekeringan tidak akan terjadi kelambatan-kelambatan seperti yang pernah terjadi pada tahun lalu.
Dengan BMKG yang dilakukan beberapa hari lalu, dengan melibatkan semua unsur terkait baik di kabupaten kota maupun kabupaten.
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa, meminta BPBD Provinsi Banten untuk lebih mempersiapkan dalam menghadapi bencana kekeringan sebagaimana diperingatkan oleh BNPB.
Meski bencana tidak ada yang bisa diketahui, namun upaya pencegahan tetap harus dilakukan.
“Tidak ada yang mengetahui, kapan bencana akan terjadi. Yang bisa kita lakukan, adalah mempersiapkan untuk meminimalisir korban bencana,” imbuhnya. (luthfi)
























